Pembelaan PSSI soal Gaduh Fun Football di Tengah Duka Tragedi Kanjuruhan

Pembelaan PSSI soal Gaduh Fun Football di Tengah Duka Tragedi Kanjuruhan

Deni Prastyo - detikJatim
Kamis, 20 Okt 2022 19:54 WIB
Jubir PSSI Ahmad Riyadh
Jubir PSSI Ahmad Riyadh menjelaskan soal Fun Football yang digelar bersama FIFA. (Foto: Deny Prastyo Utomo/detikJatim)
Surabaya -

PSSI dan FIFA beberapa waktu lalu menggelar acara Fun Football. Masalahnya, acara tersebut digelar saat luka Tragedi Kanjuruhan masih belum kering. Federasi sepakbola Indonesia itu pun bikin gaduh dan menuai kritik keras dari masyarakat karena dianggap tidak berempati.

Juru Bicara PSSI Ahmad Riyadh buka suara soal Fun Football tersebut. Dia tak menampik bahwa memang ada pro dan kontra. Dia juga mempersilakan masyarakat untuk bebas menilai.

"Itu memang ada pro dan kontra, apapun yang dilalukan, masyarakat berhak menilai apapun," kata Riyadh selepas mendampingi pemeriksaan Ketua Umum PSSI Mochammad Iriawan terkait Tragedi Kanjuruhan di Mapolda Jatim, Kamis malam (20/10/2022).

Riyadh berdalih, yang mengajak main bola adalah FIFA. Menurutnya, FIFA ingin mengajak PSSI agar tak larut dalam duka Tragedi Kanjuruhan.

"Tapi itu adalah tamu yang ngajak main bola. Ayo, kita jangan bersedih, coba kita main bola sedikit. Dia tunjukkan kita bisa berjalan," tambah Riyadh.

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Wasit itu melanjutkan, PSSI hanya ingin menghormati FIFA yang datang ke Indonesia sebagai tamu. Tak ada alasan bagi PSSI untuk menolak ajakan bermain bola dari FIFA.

"Tamu dihormati, karena dia (FIFA) membuktikan 'ayo' ke Presiden, diterima oleh Presiden diajak makan, diajak ini semuanya, mengajukan progam. Kita kalau nggak mau (diajak main bola), apa alasanya?" ucap Riyadh.

Riyadh melanjutkan, yang paling penting di tengah duka Tragedi Kanjuruhan adalah bagaimana caranya agar peristiwa serupa tidak terulang lagi ke depannya.

"Kalau lagi berduka, kita tetap harus berdoa, supaya tidak terjadi lagi, itu yang paling penting. Bagaimana kejadian itu tidak terjadi lagi, itu yang paling penting," tandas Riyadh.

Diberitakan sebelumnya, PSSI dan FIFA panen hujatan di media sosial. Ini karena mereka menyempatkan kegiatan Fun Football. Kegiatan ini menuai kritikan karena dinilai tidak berempati untuk korban Tragedi Kanjuruhan yang telah mencapai 133 orang meninggal dunia.

Seperti diketahui, Presiden FIFA Gianni Infantino berkunjung ke Indonesia untuk bertemu Presiden Joko Widodo dan PSSI. PSSI akan dibantu FIFA untuk menata kelola sepakbola usai Tragedi Kanjuruhan.

Nah, pada Selasa (18/10) malam, ada kegiatan Fun Football PSSI dan FIFA di Stadion Madya, Jakarta. Ketum PSSI Mochamad Iriawan (Iwan Bule) adu bola melawan Gianni. Kegiatan ini di-posting di akun resmi Twitter @PSSI. Unggahan itu langsung menuai kecaman banyak warganet.



Simak Video "Komnas HAM Beri Waktu PSSI Benahi Lisensi Dalam 3 Bulan"
[Gambas:Video 20detik]
(abq/dte)