Mahfud Md Sebut Liga Agak Kacau, Begini Balasan Komdis PSSI

Mahfud Md Sebut Liga Agak Kacau, Begini Balasan Komdis PSSI

Deny Prasetyo Utomo - detikJatim
Rabu, 12 Okt 2022 19:08 WIB
Ketua Komdis PSSI Erwin Tobing diperiksa sebagai saksi di Tragedi Kanjuruhan di Mapolda Jatim
Ketua Komdis PSSI Erwin Tobing bantah pihaknya tidak tanggung jawab dalam Tragedi Kanjuruhan di Mapolda Jatim (Foto: Deny Prastyo Utomo/detikJatim)
Surabaya -

Menko Polhukam Mahfud Md menyebut penyelenggaraan Liga Indonesia agak kacau. Ini setelah adanya saling lempar tanggung jawab terkait Tragedi Kanjuruhan.

Ditanya mengenai hal pernyataan Mahfud, Ketua Komdis PSSI Erwin Tobing enggan mengomentarinya. Pertanyaan ini disampaikan ke Erwin dirinya dipanggil menjadi saksi di Mapolda Jatim

"Gimana? Berantakan? Tanyakan kepada yang mengatakan dong, jangan tanyakan saya. Tanya yang kasih statement itu berantakan, jangan tanya saya," kata Erwin, Rabu (13/10/2022).

Erwin kemudian membalas tudingan PSSI lari dari tanggung jawab dalam Tragedi Kanjuruhan. Ia menyebut bahwa PSSI sudah melaksanakan tanggung jawab dan saat ini tengah mengevaluasinya.

"Apanya, pertanggungjawaban sudah dilaksanakan, kita kan, hasil-hasil investigasi kan (jadi) bahan evaluasi. Pertanggungjawaban Ketua Umum sudah seminggu menangani di Malang," tegas Erwin.

Erwin mengeklaim bahwa Ketua Umum PSSI Mochammad Iriawan alias Iwan bule berkomitmen untuk memperbaiki sepakbola Indonesia.

"Pertanggungjawaban, tentu membuat perbaikan-perbaikan, beliau (Ketua PSSI) berkomitmen mengumpulkan, akan ada perubahan-perubahan semuanya," imbuhnya.

"Banyak yang dibicarakan, bagaimana panitia pelaksana, semua, banyak aspek lah. Karena pertandingan bola kan banyak aspek, tidak boleh satu aspek, banyak aspek," lanjut Erwin Tobing.

Sedangkan terkait desakan mundur kepada Iwan Bule melalui petisi, Erwin mengaku tak tahu soal itu.

"Nah, itu nggak ngerti saya. Saya belum pernah dengar," tandas Erwin.

Sebelumnya, Menko Polhukam Mahfud Md mengatakan adanya saling lempar tanggung jawab terkait Tragedi Kanjuruhan antara PT LIB, PSSI, dan Panpel serta Indosiar selaku broadcaster menunjukkan bukti penyelenggaraan Liga agak kacau. Mahfud menyebut hal itu dapat membahayakan dunia persepakbolaan Indonesia.

"Rekomendasi TGIPF belum dikeluarkan, masih akan didiskusikan hari ini. Tapi bahwa terjadi saling menghindar dari tanggung jawab operasional lapangan seperti antara LIB, PSSI, Panpel, bahkan Indosiar menjadi bukti bahwa penyelenggaraan Liga agak kacau. Membahayakan bagi dunia persepakbolaan kita," kata Mahfud saat dimintai konfirmasi detikcom melalui pesan singkat, Rabu (12/10/2022).

Mahfud, yang juga Ketua Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan, menuturkan saling lempar tanggung jawab terkait penyelenggaraan Liga merupakan akar masalah yang akan disusun oleh timnya. Mahfud mengungkapkan TGIPF sudah berdiskusi dengan Komnas HAM, dan Komnas HAM, kata Mahfud, juga tengah menyiapkan rekomendasi khas terkait penyelenggaraan Liga yang berujung meninggalnya 132 orang tersebut.

"Ini menjadi salah satu perhatian TGIPF untuk mencari akar masalahnya sebagai bahan untuk menyusun rekomendasi. Kita juga sudah mendiskusikan dan melakukan cross-check temuan dengan Komnas HAM. Ada kemungkinan Komnas HAM merekomendasikan sesuatu yang khas sesuai dengan kewenangannya. Apa itu? Nanti saja, biar Komnas HAM yang mengumumkan," ujarnya.



Simak Video "Panpel Arema FC Dihukum Tak Boleh Berkiprah di Sepakbola Seumur Hidup"
[Gambas:Video 20detik]
(abq/dte)