Ketua Komdis PSSI Diperiksa Sebagai Saksi Tragedi Kanjuruhan Selama 3 Jam

Ketua Komdis PSSI Diperiksa Sebagai Saksi Tragedi Kanjuruhan Selama 3 Jam

Deny Prasetyo Utomo - detikJatim
Rabu, 12 Okt 2022 16:38 WIB
Ketua Komdis PSSI Erwin Tobing diperiksa sebagai saksi di Tragedi Kanjuruhan di Mapolda Jatim
Ketua Komdis PSSI Erwin Tobing diperiksa sebagai saksi di Tragedi Kanjuruhan di Mapolda Jatim (Foto: Deny Prastyo Utomo/detikJatim)
Surabaya -

Ketua Komisi Displin (Komdis) PSSI Erwin Tobing akhirnya keluar dari Gedung Ditreskrimum Polda Jatim. Erwin mengaku diperiksa sebagai saksi dalam Tragedi Kanjuruhan.

Erwin diperiksa sebagai saksi selama tiga jam mulai pukul 11.18 WIB hingga 14.33 WIB. Ia dicecar 29 pertanyaan oleh penyidik.

"Nggak banyak lah, 29 pertanyaan," kata Erwin kepada wartawan, Rabu (12/10/2022).

Dalam pemeriksaannya, Erwin mengaku, materi yang ditanyakan penyidik terkait seputar kejadian di Stadion Kanjuruhan dan Panpel pertandingan.

"Ya nanya seputaran Stadion Kanjuruhan, nanya tentang Abdul Haris (terkait penunjukan Panpel), apakah dia pernah dihukum. Karena dulu dia pernah dihukum, ya kita konfirmasi, tutur Erwin.

Erwin mengungkapkan, sebagai ketua Panpel Arema FC, Abdul Haris pernah mendapatkan hukuman dari Komdis pada tahun 2010 silam. Namun saat itu, Haris diketahui berupaya banding.

"Tahun 2010 (dihukum) oleh Komdis, saya katakan pernah. Dulu dia pernah dihukum oleh Ketua Komisi Displin tahun 2010. Iya itu dulu ya, saya nggak tahu, saya kan baru, tapi saya dapat informasi banding," ungkap Erwin.

"Itu saya masih aktif (Polri), belum di PSSI. (Waktu itu) ada sidang, ada hukuman disiplin kepada saudara Abdul Haris dijatuhi hukuman tidak bisa beraktivitas di bola," ujar Erwin.

Erwin menjelaskan, sanksi yang diberikan oleh Komdis saat itu terkait kasus dugaan suap. Tak hanya itu, Haris juga dinilai membuat pemberitaan yang tidak benar saat itu.

"Ya kasus terkait penyuapan kepada Komdis ya, terus membuat berita yang nggak benar," lanjut Erwin.

Menurut Erwin, saat diperiksa, ia juga sempat ditanya terkait sanksi yang dijatuhkan kepada Haris pascatragedi Kanjuruhan. Sanksi yang dijatuhkan yakni larangan beraktivitas di lingkungan sepakbola selama seumur hidup.

Haris dijatuhi sanksi bersama dengan Security Officer Arema FC, Suko Sutrisno. Sama, keduanya dijatuhi sanksi larangan berkecimpung dalam sepakbola seumur hidup.

"Iya, karena kita sudah mengeluarkan tiga surat keputusan hasil sidang displin kepada Club, terus kemudian panitia pelaksana dan juga Security Officer. Sudah kita jatuhkan. Apakah mereka bereaksi banding? sampai sekarang ke saya tidak ada," tandas Erwin.

Sebelumnya, Ketua Komisi Displin (Komdis) PSSI Erwin Tobing mendatangi Polda Jatim siang ini. Belum diketahui terkait sebagai apa kedatangan Erwin. Kedatangannya bersamaan dengan agenda pemeriksaan Dirut PT LIB Akhmad Hadian Lukita yang sudah ditetapkan sebagai tersangka.



Simak Video "Saksi Penyerangan Kantor Arema FC: Batu Melayang Kayak Hujan"
[Gambas:Video 20detik]
(abq/dte)