Nostalgia Alumni Ponpes Tambakberas di Warung Lele Bumbu Rujak Bu Jujuk

Nostalgia Alumni Ponpes Tambakberas di Warung Lele Bumbu Rujak Bu Jujuk

Enggran Eko Budianto - detikJatim
Sabtu, 01 Agu 2026 21:30 WIB
Lele bumbu rujak, kuliner legendaris yang laris manis jelang NU Jombang
Lele bumbu rujak, kuliner legendaris yang laris manis jelang NU Jombang. (Foto: Enggran Eko Budiarto/ detikjatim)
Jombang -

Lele bumbu rujak di Warung Bu Jujuk menjadi jujukan para alumni Pondok Pesantren (Ponpes) Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang untuk bernostalgia. Kuliner legendaris yang eksis sejak 1980 ini juga siap menyambut Muktamar ke-35 NU dengan buka sampai malam.

"Sampai sekarang itu para alumni kalau ke Tambakberas tetap cari lele Bu Jujuk," kata Ahmad Syafi'i (52), pemilik Warung Bu Jujuk di Tambakrejo Gang IV, Desa Tambakrejo, Kecamatan/Kabupaten Jombang, Sabtu (1/8/2026).

Warung Bu Jujuk dirintis ibu Syafi'i, Siti Zulaikah alias Jujuk sejak tahun 1980. Syafi'i melanjutkan pengelolaan warung makan ini sejak tahun 2010. Sebagai generasi kedua, bapak satu anak ini sukses mempertahankan cita rasa lele bumbu rujak. Sehingga menu andalan tersebut tetap digandrungi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Syafi'i, menu andalan warungnya itu tidak hanya dinikmati warga lingkungan PP Bahrul Ulum Tambakberas, tapi juga para alumninya. Sebab para alumni masih kerap mampir ke warungnya untuk mencicipi lele bumbu rujak sekaligus bernostalgia.

"Kadang ada alumni ziarah wali dari Jakarta, dari Tuban, dari Madura, kadang 1 bus, 2 bus. Sarapan pagi itu di Makam Mbah Wahab (KH Abdul Wahab Hasbullah) dipesankan di sini. Khusus lele semua itu," terangnya.

ADVERTISEMENT

Setiap harinya, Warung Bu Jujuk buka pukul 04.00-09.00 WIB. Sebab warung di lingkungan PP Bahrul Ulum Tambakberas ini hanya mengolah 7-8 Kg lele/hari. Nah, selama Muktamar ke-35 NU 27-31 Agustus nanti, warung ini bakal buka sampai malam.

Untuk menyambut para alumni maupun peserta muktamar (muktamirin), kata Syafi'i, Warung Bu Jujuk setiap harinya bakal mengolah 25 Kg lele. Itu belum termasuk untuk memenuhi order para alumni yang sudah memesan jauh-jauh hari.

"Kalau sampai hari ini yang sudah menghubungi dari Jakarta ada dua, dari Cirebon dan dari Madura dua orang. Alhamdulillah, jelas ketiban berkah muktamar itu berpengaruh signifikan," ungkapnya.

Alumni PP Bahrul Ulum Tambakberas Asal Lamongan, Nur Hasan (52) menjadi penikmat lele bumbu rujak Warung Bu Jujuk sejak 1987. Yaitu sejak harganya masih Rp 500/porsi sampai saat ini menjadi Rp 12.000/porsi. Ia 'nyantri' sekaligus sekolah di pesantren ini sejak jenjang SMP.

Warga Desa Plosogeneng, Kecamatan/Kabupaten Jombang kini mengajar di MA Bahrul Ulum. Sehingga setiap saat ia masih bisa menikmati lele bumbu rujak Bu Jujuk. Sebab cita rasa kuliner legendaris ini terjaga sejak generasi pertama.

"Jadi, semenjak Bu Jujuk sampai sekarang, menurut saya rasanya masih sama. Andalannya para santri dan juga termasuk zuriah-zuriah, kalau pingin lele, Bu Jujuk," jelasnya.

Muktamar NU Tahun 2026 menjadi momentum para alumni PP Bahrul Ulum Tambakberas untuk nostalgia di Warung Bu Jujuk. Menurut Hasan, rekan-rekannya sesama alumni rupanya sudah menantikan momen tersebut.

"Jadi, teman-teman yang di Jakarta, teman-teman yang ada di Kalimantan, itu sudah pada minta Warung Bu Jujuk jangan tutup pagi-pagi," terangnya.

Mohammad Arifin juga kepincrut dengan maknyusnya lele bumbu rujak ini. Meskipun ia bukan alumni Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas. Arifin menikmati kuliner legendaris ini sejak tahun 2005, yakni sejak dirinya mengajar di MAN 3 Jombang.

"Sangat terjangkau harganya, masakannya juga enak. Biasanya lele kan cuma disambal, masakannya lain lah, itu yang beda sih. Ini di tempat lain saya belum menemukan yang bumbu rujak," tandasnya.



(ihc/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads