Keripik sayur dan buah adalah camilan andalan yang kerap jadi oleh-oleh wisatawan yang berkunjung ke Kota Batu. Di balik kemasan yang rapi di toko oleh-oleh, ada proses produksi panjang yang memanfaatkan hasil pertanian buah dan sayur lokal.
Salah satu pengusaha keripik buah dan sayur yang sehari-hari memproduksi beragam jenis keripik buah dan sayur itu adalah Abdullah Dzikri (36). Lokasi produksi keripik milik Dzikri itu berada di Malang, tapi hasil produksinya saat ini menyebar hingga ke Jakarta, Bali, Kalimantan, bahkan ke luar negeri.
"Kalau saya biasanya itu menerima pesanan tanpa merk, nanti sama pembeli itu biasanya diberi merk sendiri. Tapi ada juga minta pesanan sekaligus dengan merk mereka," kata Dzikri saat ditemui detikJatim, Minggu (5/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Warga Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang itu menjabarkan bahwa hasil produksinya saat ini telah dipasarkan tidak hanya ke Malang Raya tetapi juga ke beberapa daerah lain seperti Surabaya, Sidoarjo, Jogja, Jakarta, Bali, bahkan hingga Kalimantan.
"Kami juga tahun lalu menerima pesanan ekspor keripik ke Singapura sebanyak 12 ribu pcs atau sekitar satu kontainer," ujar Dzikri.
Bicara soal harga keripik buah dan sayur yang diproduksi Dzikri cukup bervariasi tergantung dari bahan baku yang digunakan. Produk milik Dzikri biasanya dijual mulai dari Rp 90-300 ribu per kilogram.
Kepada detikJatim, Dzikri menceritakan bahwa dirinya merintis usaha ini sejak Pandemi COVID-19. Saat ini dirinya sudah memasarkan kurang lebih 20 varian keripik buah dan sayur yang bahkan dalam satu bulan dia bisa memproduksi total sebanyak 7 ton keripik berbagai varian.
"Ada 20 macem varian keripik yang kami buat. Seperti, keripik apel, buah naga, nangka, okra, buncis, wortel, jagung manis, ubi, kentang dan masih banyak lagi," terang Dzikri.
Soal bahan baku, Dzikri memastikan bahwa sejauh ini kebutuhan buah dan sayur yang dia dapatkan dari wilayah Malang Raya dan daerah lain masih mencukupi. Tidak ada kendala berarti dalam hal bahan baku untuk produksi.
Lebih jauh Dzikri juga menceritakan keunggulan keripik hasil produksinya. Keripik sayur dan buah yang dia produksi sudah menggunakan mesin penggorengan hampa udara atau biasa disebut vacuum frying.
Berbeda dengan penggorengan konvensional, proses produksi keripik sayur dan buah milik Dzikri mengutamakan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat di mesin vacuum frying. Teknologi ini memungkinkan sayuran digoreng pada suhu rendah namun tetap bisa mencapai tingkat kerenyahan maksimal.
"Kita belajar ke produsen lain dan mencari kesimpulan, oh SOP-nya harus seperti ini. Karena setiap bahan baku itu berbeda perlakuannya. Antara buah naga dengan wortel atau ubi itu beda perlakuannya," kata Dzikri kepada detikJatim, Minggu (5/4/2026).
Dzikri menjelaskan bahwa pembuatan keripik sayur dan buah ini diawali dengan menyiapkan bahan baku yang kemudian dicuci bersih dan dikupas bagian kulitnya. Setelah itu, bahan baku dipotong-potong sesuai ukuran dan dioven.
"Sesudah di-oven, buah atau sayur diletakkan di pendingin selama beberapa waktu. Baru kemudian digoreng menggunakan vacuum frying. Tahap akhir ditiriskan dan dikemas menggunakan alumunium foil agar bisa bertahan lama," terangnya.
(irb/dpe)
