15 Oleh-oleh Khas Jawa Timur yang Wajib Dibawa Saat Mudik

15 Oleh-oleh Khas Jawa Timur yang Wajib Dibawa Saat Mudik

Jihan Navira - detikJatim
Senin, 23 Mar 2026 08:00 WIB
Ilustrasi kuliner oleh-oleh khas Jawa Timur.
Ilustrasi kuliner oleh-oleh khas Jawa Timur. Foto: ChatGPT
Surabaya -

Momen mudik Lebaran selalu identik dengan berburu oleh-oleh khas daerah. Bagi yang pulang kampung ke Jawa Timur atau hendak kembali ke perantauan, membawa buah tangan menjadi tradisi yang tak terpisahkan.

Oleh-oleh yang tepat tak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga menghadirkan rasa rindu kampung halaman dalam setiap gigitan. Selain lezat, oleh-oleh khas Jawa Timur umumnya praktis dibawa saat perjalanan jauh.

Mulai dari camilan manis, gurih, hingga pedas, banyak pilihan yang tahan lama sehingga aman dijadikan buah tangan untuk keluarga di rumah maupun bekal kembali ke perantauan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Oleh-oleh Khas Jatim

Jawa Timur sendiri dikenal kaya akan kuliner tradisional dan jajanan unik. Setiap daerah memiliki ciri khas yang membuat oleh-olehnya selalu dirindukan.

ADVERTISEMENT

Berikut 15 rekomendasi oleh-oleh khas Jawa Timur yang populer dan cocok dibawa saat mudik Lebaran maupun saat kembali ke perantauan.

1. Lapis Kukus Pahlawan

Lapis Kukus Pahlawan merupakan kue khas Surabaya yang terbuat dari tepung singkong dan tepung terigu. Teksturnya lembut karena dikukus, sehingga berbeda dari kue lapis pada umumnya.

Dibanderol Rp 30.000-Rp 45.000 per kotak, varian rasanya beragam, mulai dari original, cokelat, pandan, hingga triple choco. Oleh-oleh ini populer karena praktis, ekonomis, dan mudah ditemukan, bahkan di stasiun-cocok untuk dibeli menjelang keberangkatan mudik atau balik.

2. Spikoe Resep Kuno Surabaya

Spikoe Resep Kuno dikenal sebagai lapis Surabaya premium dengan resep autentik yang sudah bertahan puluhan tahun.

Teksturnya padat dengan cita rasa klasik dan dapat bertahan 10-14 hari, sehingga cocok sebagai oleh-oleh eksklusif untuk perjalanan jauh. Harganya berkisar Rp 80.000-Rp 300.000.

3. Sambal Bu Rudy

Sambal Bu Rudy menjadi ikon oleh-oleh pedas khas Surabaya. Varian seperti sambal bawang, udang crispy, hingga bumbu pecel menjadi favorit.

Dengan harga Rp 25.000-Rp 150.000, sambal ini praktis dibawa dan cocok untuk menambah cita rasa masakan di perantauan.

4. Kue Lumpur Bu Lilik Sidoarjo

Kue Lumpur Bu Lilik terkenal karena masih dipanggang menggunakan arang tradisional. Hasilnya, teksturnya lembut dan creamy di dalam, dengan sensasi bakaran khas di bagian luar.

Kue Lumpur Bu Lilik Sidoarjo cocok sebagai oleh-oleh basah untuk keluarga, terutama jika perjalanan mudik tidak terlalu jauh.

5. Cokelat Kampung Coklat Blitar

Beragam olahan cokelat dari Kampung Coklat Blitar bisa menjadi oleh-oleh premium yang menarik. Mulai dari cokelat batangan, bubuk, hingga camilan unik tersedia lengkap.

Daya simpannya bisa mencapai enam bulan, sehingga aman dibawa untuk perjalanan jauh maupun stok di perantauan.

6. Jenang Lasimun Tulungagung

Jenang Lasimun merupakan oleh-oleh manis tradisional berbahan beras ketan dan gula merah. Teksturnya legit dan kenyal, dengan cita rasa khas resep turun-temurun.

Dikemas rapi dan cukup tahan lama, jenang ini cocok sebagai hantaran Lebaran maupun bekal ke perantauan.

7. Brem Madiun

Brem Madiun terbuat dari tape ketan yang difermentasi, menghasilkan rasa manis legit dengan sedikit aroma khas.

Ringan, awet, dan tidak mudah rusak, brem menjadi salah satu oleh-oleh favorit untuk perjalanan mudik maupun balik.

8. Wingko Babat Lamongan

Wingko Babat memiliki rasa gurih dan legit dari campuran ketan dan kelapa. Teksturnya padat namun lembut. Dengan daya simpan hingga beberapa hari, camilan ini cocok dibawa saat mudik jarak dekat maupun menengah.

9. Gethuk Pisang Kediri

Gethuk pisang khas Kediri dibuat dari pisang raja nangka yang difermentasi, menghasilkan rasa manis dengan sedikit asam. Aromanya khas karena dibungkus daun pisang, dan dapat bertahan hingga sekitar satu minggu jika disimpan dengan baik.

10. Onde-onde Mojokerto

Onde-onde khas Mojokerto dikenal gurih dan renyah di luar, dengan isian kacang hijau manis. Camilan legendaris ini cukup awet dan praktis, sehingga cocok dijadikan oleh-oleh untuk keluarga di rumah.

11. Ampo Tuban

Ampo merupakan camilan unik dari tanah liat yang diolah secara tradisional. Rasanya gurih dengan sensasi berbeda dari camilan pada umumnya.

Daya simpannya sangat lama, bahkan hingga berbulan-bulan, sehingga aman dibawa untuk perjalanan jauh.

12. Keripik Buah Malang

Keripik buah khas Malang dibuat dari buah segar yang digoreng dengan metode vakum. Rasanya tetap alami dengan tekstur renyah.

Dengan daya simpan 3-6 bulan, camilan ini cocok sebagai oleh-oleh praktis untuk perjalanan mudik dan stok di perantauan.

13. Kue Pudak Gresik

Pudak merupakan kue tradisional berbahan tepung beras, santan, dan gula, yang dibungkus pelepah pinang.

Rasanya gurih legit dengan aroma khas. Meski tidak terlalu tahan lama, pudak tetap menjadi pilihan oleh-oleh klasik.

14. Madu Mongso Ponorogo

Madu Mongso terbuat dari ketan hitam fermentasi dengan rasa manis dan sedikit asam. Teksturnya kenyal mirip dodol.

Camilan ini tahan lama hingga berbulan-bulan, sehingga cocok dibawa saat perjalanan jauh atau sebagai stok camilan di perantauan.

15. Bolu Kuwuk Banyuwangi

Bolu Kuwuk merupakan oleh-oleh kekinian khas Banyuwangi. Dipanggang dalam gerabah, kue ini memiliki tekstur renyah di luar dan lembut di dalam.
Aromanya harum dan rasanya khas, cocok sebagai buah tangan praktis saat mudik.

Tips Membeli Oleh-oleh Saat Mudik

Agar oleh-oleh tetap aman hingga sampai tujuan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebagai berikut.

  • Pilih kemasan vakum agar lebih tahan lama selama perjalanan.
  • Beli dalam jumlah banyak untuk mendapatkan harga grosir.
  • Gunakan bubble wrap jika membawa oleh-oleh dengan pesawat atau kereta.
  • Pastikan mengecek tanggal kedaluwarsa dan membeli di toko resmi.

Membawa oleh-oleh khas Jawa Timur saat mudik Lebaran bukan sekadar tradisi, tetapi juga cara sederhana berbagi kebahagiaan. Dengan pilihan yang tepat, perjalanan kembali ke perantauan pun terasa lebih hangat karena membawa rasa rumah dalam setiap bingkisan.




(irb/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads