Mudik Lebaran ke Jatim? Ini 12 Jajanan Khas yang Wajib Dicoba

Mudik Lebaran ke Jatim? Ini 12 Jajanan Khas yang Wajib Dicoba

Anastasia Trifena - detikJatim
Minggu, 22 Mar 2026 14:00 WIB
Ilustrasi jajanan khas Jawa Timur.
Ilustrasi jajanan khas Jawa Timur. Foto: ChatGPT
Surabaya -

Mudik Lebaran ke Jawa Timur (Jatim) tak hanya soal berkumpul bersama keluarga, tetapi juga momen tepat untuk berburu jajanan khas daerah. Aneka kudapan tradisional mudah ditemui di pasar hingga sentra oleh-oleh, dengan cita rasa manis, gurih, hingga asam yang menggugah selera.

Di balik kelezatannya, jajanan ini menyimpan cerita tradisi yang diwariskan turun-temurun. Mulai dari onde-onde, wingko babat, hingga kue lumpur, semuanya menjadi pelengkap suasana Lebaran sekaligus pengingat akan kekayaan kuliner lokal yang tetap lestari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jajanan Khas Jawa Timur

Beragam jajanan khas Jawa Timur hadir dengan bentuk, bahan, dan cita rasa yang berbeda-beda. Setiap daerah memiliki kudapan andalan yang tak hanya menggugah selera, tetapi juga merefleksikan kekayaan budaya lokalnya. Dilansir dari berbagai sumber, berikut beberapa di antaranya.

1. Onde-onde - Mojokerto

Ilustrasi onde-ondeIlustrasi onde-onde Foto: Getty Images/iStockphoto/AmalliaEka

Onde-onde berbentuk bulat dengan permukaan dilapisi biji wijen. Teksturnya kenyal di luar dengan isian kacang hijau yang lembut dan manis. Biasa dinikmati langsung maupun jadi pendamping teh hangat.

ADVERTISEMENT

Asalnya dari kuliner Tiongkok, yang kemudian dimodifikasi sesuai selera lokal. Mojokerto dikenal sebagai daerah onde-onde paling ikonik di Jawa Timur.

2. Wingko Babat - Lamongan

 Wingko Babat Wingko Babat Foto: Detikfood

Wingko babat berbentuk bulat pipih dengan tekstur padat dan sedikit kenyal. Bahan utamanya kelapa parut, tepung ketan, gula, dan santan.

Jajanan ini diperkenalkan keturunan Tionghoa di Babat, sejak akhir abad ke-19. Hingga kini, wingko babat dikenal sebagai salah satu oleh-oleh legendaris Jawa Timur.

3. Brem - Madiun

Brem khas Madiun.Brem khas Madiun. Foto: Sugeng Harianto

Brem khas Madiun berbentuk kotak pipih berwarna putih krem. Jajanan ini dibuat dari sari tape ketan putih yang difermentasi dan dikeringkan.

Teksturnya padat, namun langsung lumer di mulut, dengan rasa manis bercampur asam. Proses pembuatannya cukup lama, brem menjadi salah satu oleh-oleh khas.

4. Madu Mongso - Ponorogo

Madu mongso khas Jawa Timur.Madu mongso khas Jawa Timur. Foto: Diskominfo

Madu mongso merupakan jajanan tradisional khas Ponorogo berbahan dasar tape ketan hitam yang dimasak bersama gula, santan, dan nanas hingga bertekstur lengket seperti dodol.

Warnanya cokelat kehitaman dengan rasa manis legit dan sedikit asam. Konon, madu mongso sudah dikenal sejak masa kerajaan dan kerap disajikan dalam acara adat maupun hari raya, sehingga identik sebagai kudapan istimewa.

5.Ledre -Bojonegoro

Ledre.Ledre. Foto: Istimewa

Ledre berbentuk gulungan tipis memanjang dengan warna cokelat muda. Terbuat dari adonan tepung beras, pisang, dan santan, jajanan ini memiliki tekstur renyah.

Nama "ledre" berasal dari proses pembuatannya, yaitu adonan yang dipipihkan atau "ngeledre". Aroma pisang raja yang kuat menjadi ciri khasnya.

6.Jubada -Sumenep

Jubada Jubada Foto: ikoma.co.id

Jubada atau jubede berbentuk gulungan silinder yang diikat menggunakan pelepah daun aren. Rasanya manis dengan sentuhan hangat dari jahe.

Jajanan ini terbuat dari tepung jagung, tapioka, dan air nira, lalu dijemur hingga kering. Jubada sering dijadikan oleh-oleh khas Madura karena tahan cukup lama.

7.Prol Tape -Jember dan Bondowoso

Prol Tape.Prol Tape. Foto: Getty Images

Prol tape merupakan kue bolu berbahan dasar tape singkong yang dilumatkan. Bentuknya menyerupai bolu panggang dengan tekstur lembut.

Rasanya manis legit dengan aroma tape yang kuat, biasanya dipadukan topping keju atau cokelat. Prol tape menjadi inovasi modern dari bahan tradisional khas Jatim.

8.Gethuk Pisang -Kediri

Gethuk PisangGethuk Pisang Foto: Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual

Berbeda dari gethuk pada umumnya, gethuk pisang dibuat dari pisang raja nangka yang difermentasi alami. Bentuknya memanjang dan dibungkus daun pisang.

Rasanya manis dengan sedikit asam dan aroma khas pisang. Jajanan ini dipercaya telah ada sejak masa Kerajaan Kediri dan tetap bertahan hingga sekarang.

9.Pudak -Gresik

Kue PudakKue Pudak Foto: Istimewa (disparekrafbudpora Kab Gresik)

Pudak terbuat dari campuran tepung beras atau sagu, gula, dan santan. Teksturnya lembut dengan rasa manis.

Keunikannya terletak pada bungkusnya yang menggunakan pelepah pohon pinang. Pudak dikenal sejak era Wali Songo dan kerap dijadikan oleh-oleh khas Gresik.

10. Kue Lumpur -Sidoarjo

Resep Kue Lumpur. Kue Lumpur. Foto: Getty Images

Kue tradisional Sidoarjo yang cukup ikonik adalah kue lumpur. Jajanan basah ini dibuat dari campuran tepung terigu, gula merah, santan, dan telur, lalu dipanggang menggunakan tungku kayu hingga menghasilkan aroma harum yang khas.

Nama "lumpur" merujuk pada teksturnya yang lembek dan lumer saat disantap. Kue lumpur banyak dijajakan di sepanjang jalan Sidoarjo dan kerap diburu sebagai oleh-oleh karena daya tahannya yang relatif lebih lama dibanding kue basah lainnya.

11. KueCarabikang (Bikang) - Surabaya

carabikangKue carabikang. Foto: Instagram

Carabikang atau kue bikang dikenal sebagai salah satu jajanan tradisional khas Surabaya. Kue ini memiliki ciri bentuk bulat yang merekah menyerupai bunga, dengan bahan utama berupa tepung beras, santan kelapa, dan gula.

Proses pembuatannya dilakukan menggunakan cetakan khusus. Saat adonan mulai berbuih dan matang, kue segera diangkat sehingga bagian atasnya mekar alami. Kue bikang paling nikmat disantap dalam kondisi hangat karena teksturnya masih lembut dan aroma santannya lebih terasa.

12. Ampo - Tuban

ampoAmpo. Foto: Istimewa

Ampo merupakan jajanan unik berbahan dasar tanah liat yang telah dibersihkan dan diolah secara khusus. Bentuknya menyerupai potongan kecil berwarna kecokelatan.

Rasanya gurih, tidak ada hint manis sedikit pun. Dahulu, ampo menjadi alternatif pangan di masa sulit, namun kini justru dikenal sebagai kuliner tradisional langka khas Tuban.

Jadi, jajanan Jawa Timur mana yang akan kamu coba terlebih dahulu, detikers?




(dpe/irb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads