Mencicipi Bakso Lele Ponorogo yang Laris Saat Ramadan, Gurih Tanpa Amis

Mencicipi Bakso Lele Ponorogo yang Laris Saat Ramadan, Gurih Tanpa Amis

Charolin Pebrianti - detikJatim
Minggu, 22 Feb 2026 17:30 WIB
Bakso lele Ponorogo
Bakso lele Ponorogo/Foto: Charolin Pebrianti/detikJatim
Ponorogo -

Aroma kuah hangat mengepul dari dapur sederhana di Desa Sedah, Kecamatan Jenangan, Ponorogo. Di sanalah Reni Andika Hapsari meracik bakso berbahan dasar ikan lele yang kini jadi buruan warga saat Ramadan.

Berbeda dari bakso pada umumnya yang berbahan daging sapi, Reni memilih lele segar sebagai bahan utama. Daging ikan dipisahkan dari kepala, tulang, dan kulit, lalu dihaluskan sebelum dicampur bumbu sederhana tanpa tambahan pengawet maupun bahan pengenyal.

"Cuma pakai garam, bawang putih, dan bawang merah. Tidak ada tambahan pengenyal. Karena tekstur lele sudah lembut," ujar Reni saat ditemui di dapurnya, Minggu (22/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Adonan yang telah tercampur rata kemudian dibentuk bulat-bulat seperti bakso pada umumnya. Reni menyediakan dua pilihan untuk pembeli, yakni bakso siap santap lengkap dengan mie dan sayuran, serta versi frozen untuk disimpan dan diolah sendiri di rumah.

ADVERTISEMENT

Untuk sajian siap makan, bakso disajikan dengan mie, kubis, sawi, lalu disiram kuah kaldu hangat dan ditaburi bawang goreng. Menu ini disebut-sebut cocok untuk berbuka puasa maupun sahur karena ringan namun tetap mengenyangkan.

Memasuki bulan Ramadan, pesanan bakso lele buatan Reni meningkat signifikan. Banyak warga memilih menu praktis dan lebih sehat untuk keluarga.

"Langsung segar rasanya untuk berbuka puasa. Ini saya sudah dua kali pesan langsung jadi," kata salah satu pembeli, Fifi Firda.

Fifi mengaku cita rasa bakso lele tak kalah dibanding bakso sapi. Bahkan menurutnya, rasa ikan terasa lebih khas dan gurih alami.

"Sekali gigit langsung terasa lelenya. Saya memang suka ikan lele, jadi menurut saya lebih enak bakso lele dibanding bakso sapi," tambahnya.

Reni menuturkan, awalnya bakso lele tersebut hanya dibuat untuk konsumsi pribadi. Ia ingin memanfaatkan kandungan protein tinggi pada ikan lele sebagai alternatif sumber gizi keluarga.

"Ikan lele itu proteinnya tinggi dan teksturnya lembut, jadi bisa dikonsumsi semua kalangan. Anak-anak, dewasa sampai lansia cocok," jelasnya.

Karena teksturnya sudah lembut, Reni memastikan tidak perlu tambahan bahan kimia agar kenyal. Justru menurutnya, kelembutan alami itu menjadi daya tarik tersendiri.

Soal harga, Reni membanderol bakso lele buatannya Rp 150 ribu per kilogram. Namun ia juga menyediakan kemasan ekonomis seharga Rp 20 ribu per pack agar lebih terjangkau bagi masyarakat.

"Alhamdulillah sekarang jadi primadona saat Ramadan. Banyak yang pesan, baik yang frozen maupun yang langsung siap makan," pungkasnya.




(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads