Saat perayaan tahun baru Imlek, jeruk menjadi salah satu buah yang banyak dijumpai di pasar tradisional maupun pusat perbelanjaan. Di antara berbagai jenisnya, jeruk Shantang kerap terlihat menonjol karena jumlahnya yang melimpah dan ukurannya yang relatif kecil.
Bagi masyarakat Tionghoa, jeruk Shantang bukan sekadar buah sajian, melainkan bagian dari tradisi perayaan Imlek. Hal ini berkaitan dengan makna bahasa, di mana dalam bahasa Mandarin pelafalan kata jeruk memiliki kemiripan bunyi dengan istilah yang merujuk pada emas dan keberuntungan.
Karena itu, menyajikan jeruk di rumah tidak hanya dipahami sebagai menyediakan buah, tetapi sebagai simbol harapan akan kemakmuran keluarga. Jeruk Shantang pun kerap disusun bertumpuk menyerupai piramida kecil, sebagai representasi visual dari doa agar rezeki terus bertambah di tahun yang baru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kehadiran Jeruk Shantang Saat Imlek
Mengunjungi kerabat saat Imlek umumnya dilakukan sambil membawa jeruk sebagai buah tangan. Memberikan satu keranjang jeruk Shantang kepada orang tua atau sahabat dipahami sebagai bentuk perhatian, sekaligus doa agar penerimanya diberi kesehatan dan kesejahteraan.
Di dalam rumah, jeruk juga kerap ditempatkan di area tertentu sebagai simbol kelimpahan pangan. Sebagian keluarga meletakkannya berdampingan dengan amplop merah di kamar anak-anak, sebagai ungkapan harapan agar mereka tumbuh sehat dan meraih masa depan yang baik.
Jeruk Shantang dengan Berbagai Keunggulannya
Dari sisi karakteristik, jeruk Shantang memiliki sejumlah keunggulan dibanding jenis jeruk lain. Salah satunya, musim panen buah ini yang berlangsung pada Desember hingga Januari membuatnya banyak tersedia menjelang Imlek.
Varian yang paling diminati adalah Shantang Madu, yang dikenal dengan rasa manis dan segar tanpa getir. Ukurannya yang pas untuk sekali santap menjadikannya praktis disajikan untuk tamu.
Kulitnya yang tipis dan mudah dikupas juga kerap dimaknai sebagai lambang kemudahan dalam menjalani berbagai peluang hidup. Pemaknaan ini memperkuat alasan mengapa jeruk Shantang kerap dipilih sebagai bagian dari perayaan Imlek.
Keanekaragaman Jeruk dalam Perayaan Imlek
Meski jeruk Shantang kerap menjadi pilihan utama, masyarakat Tionghoa juga menyertakan sejumlah jenis jeruk lain yang dinilai memiliki makna simbolis tersendiri dalam perayaan Imlek. Berikut berbagai jenis jeruk lain yang biasanya ada saat perayaan Imlek.
- Jeruk Ponkam: Berukuran besar dan sering dikaitkan dengan harapan kemakmuran.
- Jeruk Kino: Dikenal dengan warna oranye pekat yang melambangkan semangat.
- Jeruk Medan: Banyak dipilih karena kesegarannya serta bulir buah yang padat.
- Jeruk Baby: Berukuran kecil dengan rasa manis lembut, digemari anak-anak.
Pada akhirnya, jeruk Shantang menjadi bagian dari tradisi Imlek yang sarat makna. Selain kandungan vitamin C yang bermanfaat bagi kesehatan, buah ini juga merepresentasikan doa akan keharmonisan, kesejahteraan, dan harapan baik di tahun yang baru.
(dpe/irb)











































