Menjelang tahun baru Imlek, berbagai tradisi khas mulai dipersiapkan masyarakat Tionghoa. Salah satunya adalah sajian kuliner yang memiliki makna simbolis.
Tak hanya sebagai hidangan pelengkap, terdapat tradisi menyantap tujuh jenis sayur yang dianggap dapat membawa harapan baik di tahun yang baru.
Tradisi tujuh jenis sayur saat Imlek ini bermakna sebagai doa akan kesehatan, keberuntungan, hingga, kesejahteraan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setiap sayuran mempunyai filosofi tersendiri yang diwariskan secara turun-temurun dan masih terjaga hingga kini. Kira-kira ada sayuran apa saja ya?
Sejarah Tradisi Makan 7 Jenis Sayur
Dirangkum dari berbagai sumber, hari ketujuh setelah tahun baru Imlek diperingati sebagai Ren Ri atau Hari Manusia. Pada perayaan ini, terdapat tradisi menyantap tujuh jenis sayuran yang umumnya didominasi sayuran berwarna hijau.
Tradisi ini berawal pada masa Dinasti Han dan terus berkembang hingga masa Dinasti Wei dan Dinasti Jin. Dipercaya bahwa hari ketujuh ini merupakan hari penciptaan manusia. Ketika itu, Dewi Nuwa telah menciptakan berbagai jenis hewan terlebih dahulu dari hari ke satu hingga keenam.
Untuk merayakan lahirnya manusia ke dunia, masyarakat Tionghoa merayakannya dengan cara memakan hidangan tujuh macam sayur. Tradisi ini bukan sekadar menyantap tujuh jenis sayuran, melainkan mengandung makna simbolis harapan akan kekayaan dan kemakmuran.
Negara Asia lainnya mempunyai cara berbeda untuk menyantap tujuh sayur ini. Misalnya, orang Jepang memakan bubur yang terdiri dari tujuh jenis sayuran. Sementara di Singapura dan Malaysia, mereka memakan salad ikan dengan tujuh warna. Pada dasarnya maknanya sama, yakni menyantap tujuh jenis sayuran.
Sebenarnya tidak ada ketentuan khusus dalam pemilihan sayuran pada hidangan yang akan disajikan. Namun, ada beberapa jenis sayur yang wajib ada karena mempunyai makna penting di baliknya.
Baca juga: Arti Jeruk Shantang dalam Perayaan Imlek |
Makna Jenis Sayuran di Imlek
Perayaan Imlek juga tentang tradisi kuliner yang sarat makna. Pada hari ketujuh atau Ren Ri, berbagai jenis sayuran disajikan sebagai simbol doa, harapan, dan keberuntungan di tahun yang baru. Berikut beberapa jenis sayuran dan maknanya yang biasanya disajikan ketika hari ketujuh setelah Imlek.
- Leek atau daun bawang, bermakna perhitungan kekayaan yang cukup untuk dihitung
- Seledri, bermakna pekerja keras serta ketekunan
- Daun ketumbar, bermakna takdir yang baik
- Kubis napa, bermakna cerminan seseorang dengan karakter yang bersih
- Bawang prei, bermakna kepandaian
- Kucai, bermakna abadi
- Sawi hijau, bermakna progres atau berkembang.
Biasanya semua jenis sayuran tersebut dimasak bersama dengan cara ditumis, lalu disajikan untuk disantap bersama keluarga. Bumbu yang digunakan juga masih relatif sederhana, seperti saus tiram, lada bubuk, garam, bawang putih, bawang merah goreng, dan minyak wijen.
(hil/irb)











































