Intip Kesibukan Dapur Produsen Kue Keranjang di Surabaya Jelang Imlek

Intip Kesibukan Dapur Produsen Kue Keranjang di Surabaya Jelang Imlek

Anastasia Trifena - detikJatim
Senin, 02 Feb 2026 10:45 WIB
Produsen kue keranjang di Surabaya
Produsen kue keranjang di Surabaya/Foto: Anastasia Trifena/detikJatim
Surabaya -

Menjelang perayaan Imlek, dapur produksi kue keranjang di Surabaya, mulai sibuk sejak pagi hingga larut malam. Ribuan adonan dimasak berjam-jam untuk memenuhi pesanan yang terus berdatangan, tak hanya dari warga lokal, tetapi juga dari berbagai daerah hingga luar Pulau Jawa seperti Kalimantan, Papua, dan Bali.

Salah satu produsen kue keranjang rumahan di Jalan Kalidami, Surabaya mulai meningkatkan produksi sejak awal tahun. Meski puncak permintaan biasanya terjadi sekitar H-10 Imlek, pesanan dari pembeli perorangan maupun ritel sudah mulai berdatangan.

"Produksi mulai awal tahun, tiap hari masak. Pesanan sudah ada, meski sebagian masih ambil mendekati hari-H," ujar Lidyana, generasi kedua pengelola Kue Keranjang Kie Lidyana saat ditemui detikJatim, Senin (2/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Produsen kue keranjang di SurabayaProdusen kue keranjang di Surabaya Foto: Anastasia Trifena/detikJatim

Kue keranjang produksinya dipasarkan melalui berbagai jalur. Selain dijual langsung, produk ini dititipkan di Pasar Atom, Supermarket Berkah, Pabean, dan toko-toko lainnya. Distribusi juga dilakukan melalui jaringan minimarket besar seperti Indomaret di Surabaya, Sidoarjo, serta Gresik dengan pengiriman mencapai ribuan kotak.

ADVERTISEMENT

Tak hanya untuk pasar lokal, kue keranjang tersebut juga dikirim ke luar daerah. Pembeli dari Papua, Kalimantan, hingga Bali memesan untuk dijual kembali lantaran kue keranjang relatif sulit ditemukan di daerah tersebut.

"Kalau sudah siap, kami langsung kirim. Banyak yang beli untuk dijual dan dikirim lagi ke luar pulau," katanya.

Harga kue keranjang dijual bervariasi mulai Rp 17 ribu hingga Rp 30 ribu per kotak. Isiannya pun beragam, ada pilihan satu, dua, empat, hingga sembilan potong dalam satu kotak. Berat bersih per kemasan rata-rata 800 gram.

Proses pembuatan kue keranjang memakan waktu lama. Kue dimasak selama 15 jam atau lebih untuk menghasilkan tekstur kenyal dan rasa legit. "Banyak yang justru suka yang warnanya merah tua, yang kematangan," tutur Lidyana.

Produsen kue keranjang di SurabayaProdusen kue keranjang di Surabaya Foto: Anastasia Trifena/detikJatim

Sekali memasak, adonan yang digunakan mencapai sekitar 120 kilogram dan menghasilkan kurang lebih 400-500 buah kue keranjang. Di luar periode Imlek, produksi tetap dilakukan namun dalam jumlah terbatas.

Kue keranjang ini memiliki daya simpan cukup lama. Di suhu ruang, kue dapat bertahan hingga tiga bulan selama kemasan rapat. Jika disimpan di kulkas, ketahanannya bisa mencapai dua tahun dan dapat dikukus kembali agar teksturnya lembut.

Selain dimakan langsung, kue keranjang juga dapat dinikmati dengan berbagai cara. Mulai dari digoreng dengan balutan telur dan tepung, dipadukan dengan kelapa parut atau gula merah, hingga disajikan dengan taburan kacang tanah halus.

Dalam tradisi Tionghoa, kue keranjang memiliki makna keharmonisan dan kebersamaan. Teksturnya yang lengket melambangkan eratnya hubungan keluarga, sementara rasanya yang manis diharapkan membawa kehidupan yang baik dan penuh keberuntungan.

"Kue keranjang itu wajib ada saat Imlek. Filosofinya biar lengket, rukun, dan 'manis' kehidupannya," jelas Lidyana.

Usaha kue keranjang ini bermula saat Lidyana belajar secara otodidak bersama sang ibu. Setelah 17 tahun beroperasi, usaha tersebut kini dikelola oleh generasi ketiga, Feri Andrea Cendy.



(irb/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads