Menjelang perayaan Imlek dan awal Ramadan, Pemerintah Kota Surabaya memastikan stok dan harga pangan dalam kondisi aman. Ketersediaan bahan pokok terus dipantau untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan masyarakat pada hari besar keagamaan.
"Menjelang Imlek dan Bulan Ramadan tahun ini, stok pangan di Kota Surabaya berada dalam kondisi aman. Hal ini juga tercermin dari Indeks Ketahanan Pangan Surabaya tahun 2025 yang berada di angka 73,28. Kami terus melakukan pengawasan agar ketersediaan dan distribusi tetap lancar," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya, Antiek Sugiharti, Jumat (30/1/2026).
Antiek menjelaskan, stabilitas harga menjadi salah satu upaya pemkot dalam menghadapi potensi lonjakan permintaan. Jika terjadi indikasi kenaikan harga atau berkurangnya pasokan, pemkot akan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) maupun operasi pasar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ketika permintaan meningkat atau pasokan rawan berkurang, kami akan segera berkoordinasi dengan stakeholder terkait untuk menyediakan bahan pangan dengan harga lebih terjangkau bagi masyarakat," jelasnya.
Untuk menjaga kelancaran distribusi, DKPP Surabaya juga menjalin koordinasi intensif dengan pengelola pasar tradisional, distributor, serta perangkat daerah terkait. Langkah tersebut dilakukan untuk mendeteksi secara dini potensi gangguan pasokan bahan pangan.
Dengan kondisi stok dan harga yang relatif stabil, Antiek mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan.
"Kami mengajak masyarakat untuk berbelanja secara bijak, membeli sesuai kebutuhan, serta tidak melakukan panic buying maupun penimbunan. Pemerintah memastikan stok pangan tersedia dan distribusi berjalan aman sehingga kebutuhan warga tetap terpenuhi," pungkasnya.
