Wisata Kuliner Kya-kya Dibuka, Ini Solusi Pemkot Jika Hujan Melanda

Wisata Kuliner Kya-kya Dibuka, Ini Solusi Pemkot Jika Hujan Melanda

Esti Widiyana - detikJatim
Minggu, 11 Sep 2022 10:27 WIB
Kya-kya Surabaya
Kya-kya Surabaya/Foto: Esti Widiyana
Surabaya -

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi kembali membuka wisata Kya-kya di Jalan Kembang Jepun. Akan tetapi, Pemkot memiliki PR yakni soal hujan karena street food Kya-kya bersifat outdoor.

"Kalau pun ini hujan ada bangunan dek kita, sudah kita sepakati kalau nanti hujan kita masukkan ke dek. Dan ini memang mendekati musim hujan dan ditata," kata Eri kepada wartawan, Sabtu (10/9/2022).

Pemilik UMKM Ayam Dower, Umi mengaku senang dengan dibukanya kembali Kya-kya dan menggandeng UMKM. "Sangat memuaskan, baru satu jam jualan sudah ludes sampai pulang ambil lagi. 75 ayam dan 200 gelas es teh ludes," ujarnya.

Akan tetapi, ia juga memiliki catatan untuk Pemkot Surabaya ketika musim hujan nanti. Selain itu, ia juga meminta ditambah lampu di depan ruko-ruko agar tidak terlihat gelap.

"Sarannya saya minta tolong dibantu, dikasih tenda kalau mau musim hujan. Yang makan minum dikasih tempat yang layak di belakang. Dikasih lampu-lampu biar bagus, cuaca kurang menentu kalau hujan. Jadi jualan bisa minggir," jelasnya.

Sama halnya dengan Agus Pristiawan, pemilik UMKM Henika. Ia menyarankan Pemkot memasang tenda sebagai antisipasi kala hujan tiba.

"Kita saran ada tenda, diberi tenda untuk pengunjung dan penjual," kata Agus.

Menurutnya, dengan dihidupkannya kembali Kya-kya ini bisa membantu perekonomian UMKM. Sebab, masih banyak UMKM yang kesulitan mempromosikan produknya.

"Dengan adanya ini UMKM baru muncul punya kesempatan memasarkan penjualan. Jual kopi rempah, maryam dan kebab. Kebetulan bawa sedikit, biasanya jual online dan ikut event bazar. Jual jam 18.00-20.00 WIB habis," jelasnya.

Ia berharap, ke depan akan diperbanyak lagi UMKM lokal. Sebab, mereka juga merasa minder dengan Apkrindo karena mereknya lebih ternama.

"Lebih diperbanyak UMKM lokal agar tidak terkesan nempel ke UMKM besar yang punya nama. 20 kopi besar dan kecil langsung habis. Saya kira ga ramai karena saingannya yang kelas. Di sini ga bayar, gratis," pungkasnya.



Simak Video "Sego Sambal, Lezatnya Kuliner Khas Kota Pahlawan yang Bikin Ketagihan, Surabaya"
[Gambas:Video 20detik]
(sun/sun)