Mengintip Dapur Ayam Pedas Ratinem, Favorit Bupati Banyuwangi

Ardian Fanani - detikJatim
Rabu, 25 Mei 2022 09:24 WIB
ayam pedas
Bupati Ipuk melihat proses pembuatan Ayam Pedas Ratinem (Foto: Ardian Fanani/detikJatim)
Banyuwangi -

Ayam Pedas Rantinem sudah tidak asing di telinga warga Banyuwangi. Menu ayam di sini terkenal dengan kelezatan dan rasa pedas yang nendang. Bahkan Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani mengaku ketagihan dengan ayam pedas di rumah makan yang berlokasi di Terminal Genteng Banyuwangi itu.

"Saya suka rasanya, pedasnya super, tapi bikin ketagihan dan ingin kembali lagi," kata Ipuk kepada detikJatim, Rabu (25/5/2022).

Tidak hanya Ipuk, bupati periode sebelumnya, Abdullah Azwar Anas juga menjadi pelanggan setia warung ayam pedas yang buka sejak tahun 1970-an tersebut. Di sela kegiatan Bupati Ngantor di Desa, Ipuk menyempatkan untuk melihat langsung proses pembuatan di dapur Ayam Pedas Rantinem di Desa Kaliploso, Kecamatan Cluring, Banyuwangi.

Ipuk melihat langsung proses pembuatan. Mulai pembuatan bumbu, membakar ayam, hingga merebus. Proses memasak ayamnya pun masih menggunakan kayu bakar.

"Itu yang bikin khas rasanya. Ayamnya dibakar, juga masaknya masih di tungku kayu bakar. Aroma kayu bakarnya ini yang bikin khas," tutur Ipuk.

ayam pedas ratinemAyam Pedas Ratinem Foto: Ardian Fanani

Pengelola Ayam Pedes Ratinem, Giyem mengatakan bahwa seluruh proses pembuatan ayam pedas dilakukan di dapur kediaman Giyem. Tujuannya untuk mempersingkat waktu. Setelah matang, baru ayam dikirim ke warung.

"Setelah matang baru di bawa ke sana (warung di Terminal Genteng), jadi tinggal disuguhkan," papar generasi kedua pengelola Ayam Pedes Ratinem itu.

Giyem pun menjelaskan lengkap proses pembuatannya. Menurut dia, ayam dibakar terlebih dahulu sebelum dicampur dengan bumbu kuah santan pedas. Setelah itu, ayam di dalam kuah tersebut direbus selama beberapa jam agar bumbunya meresap.

"Ayamnya harus ayam kampung," imbuh Giyem.

Setiap harinya, Ayam Pedas Rantinem menghabiskan 100 ekor ayam kampung serta 15 hingga 25 kilogram cabai. Bahkan bisa lebih di momen-momen tertentu. Selain terkenal dengan rasa pedasnya yang menggigit, ukuran daging ayamnya juga dikenal cukup besar.

"Untuk bumbu masakannya kami mempertahankan bumbu rahasia racikan turun temurun dari orangtua kami," tandas Giyem.

Ayam pedas juga salah satu masakan khas Banyuwangi. Makanan itu banyak ditemukan di warung-warung daerah Banyuwangi Selatan. Biasanya, menu ini disantap dengan lalapan sayur.



Simak Video "Bupati Banyuwangi Sambut detikjatim: Saluran Masyarakat Sampaikan Aspirasi"
[Gambas:Video 20detik]
(hse/fat)