Warung Pecel Lele di Jombang yang Tersohor Ini Super Laris-Jujukan Pemudik

Enggran Eko Budianto - detikJatim
Minggu, 08 Mei 2022 08:04 WIB
Pecel Lele Legendaris di Jombang
Pecel Lele Legendaris di Jombang. (Foto: Enggran Eko Budianto/detikJatim)
Jombang -

Libur lebaran tinggal hari ini. Besok orang sudah mulai kembali beraktivitas seperti biasa. Kalau Anda sedang berada di Jombang dan hendak mengisi waktu libur ini sekadar untuk sekadar kulineran, tidak ada salahnya mencoba warung pecel lele legendaris di Jombang ini.

Warung pecel lele banyak tersebar di sepanjang jalan nasional di Jombang. Tepatnya di ruas jalan Jombang-Nganjuk, yakni di Jalan Raya Bandar Kedungmulyo. Sekitar 15-20 warung pecel lele berjajar di kiri kanan ruas jalan ini. Rata-rata warung pecel lele di sini buka sejak pukul 08.00 WIB hingga tengah malam. Malah ada yang nonstop 24 jam.

Salah satu yang legendaris di sini adalah Depot Pecel Lele Haji Fadlil. Warung yang dirintis Fadlil sejak tahun 1980 ini berada di sisi timur atau kiri jalan kalau dari arah Jombang menuju Nganjuk. Tepatnya di Dusun Manisrenggo, Desa Gondangmanis, Bandar Kedungmulyo.

Pengelolaan warung yang identik dengan warna merah itu diteruskan putri Fadil, bernama Puji Rokhani (47). Ia mengatakan, pecel lele menjadi menu andalan sejak awal dirintis orang tuanya 42 tahun lalu.

"Pecel lele ini menu utama kami. Meski ada nasi rawon dan lainnya hanya sebagai pelengkap," kata Puji kepada wartawan di warung miliknya, Minggu (8/5/2022).

Pecel lele di warung ini menggunakan ikan lele segar yang dimasak dengan cara digoreng. Kemudian sambalnya menggunakan terasi yang didatangkan dari Sidoarjo. Untuk menjaga rasanya, sambal dibikin dengan cara diulek tangan tanpa diblender.

"Khasnya terasinya beda, pesan khusus dari Sidoarjo. Ikan lele digoreng biasa, sambalnya pakai sambal terasi mentah diulek," terang Puji.

Satu porsi pecel lele di Depot Haji Fadlil ini dipatok dengan harga Rp 20.000. Itu sudah dapat 2 lele goreng, sambal terasi lengkap dengan lalapan dan nasi satu piring. Untuk minumannya rata-rata seharga Rp 5.000 saja. Pada musim mudik dan arus balik ini, warung milik Puji kerap diserbu pemudik yang ingin menjajal menu pecel lele legendaris.

"Kalau hari biasa habis 0,5 kuintal ikan lele, kalau lebaran gini meningkat jadi 1 kuintal lebih," kata Puji.

Sementara pemudik yang datang dari arah Nganjuk menuju Jombang juga bisa menemukan warung pecel lele di sisi kiri jalan tanpa harus menyeberang. Salah satu yang bisa dikunjungi yaitu Warung Pecel Lele Bu Nita. Warung ini berada di sebelah kiri jalur Nganjuk-Jombang. Yaitu 500 meter setelah perlintasan kereta api Gondangmanis.

Pecel Lele Legendaris di JombangPecel Lele Legendaris di Jombang Foto: Enggran Eko Budianto/detikJatim

Warung Pecel Lele Bu Nita juga menyiapkan menu andalan pecel lele yang menggugah selera. Seperti pada warung pecel lele lainnya di Jalan Raya Bandar Kedungmulyo, Jombang, di Warung Bu Nita ini juga dilengkapi sambal terasi segar yang diulek saat disantap. Bedanya, warung ini menggunakan lele dumbo yang dibudidaya warga sekitar.

"Dulu awalnya pakai lele lokal, sekarang pakai lele dumbo," ujar pemilik Warung Bu Nita, Badrul Adriyanto (52).

Warung milik Badrul ini juga menjadi jujukan para pemudik saat momen lebaran tiba. "Iya kalau waktu lebaran ini banyak yang pemudik," tandasnya.

Pecel lele di Warung Bu Nita ini juga dibandrol seharga Rp 20.000 seporsi. Itu sudah dapat 2 ikan lele goreng, 1 cobek sambal terasi lengkap dengan lalapan dan nasi sepiring. Warung ini juga menyediakan menu lain seperti ayam goreng dan bakar, bebek goreng dan bakar serta rawon, soto hingga tempe penyet dan pecel tumpang.

"Alhamdulillah omzet liburan ini kemarin sehari dapat Rp 6,5 juta," ungkapnya.

Warung pecel lele di sepanjang Jalan Raya Bandar Kedungmulyo ini memang jadi primadona bagi para pemudik. Salah satunya Muhammad Rofi'i Mukhlis. Pria berusia 45 tahun ini dalam perjalanan dari Pasuruan menuju Kediri untuk pulang kampung.

Saat melintas di Jalan Raya Dusun Manisrenggo, Desa Gondangmanis, Bandar Kedungmulyo, dia bersama istri dan anaknya mampir ke Warung Bu Nita. Rupanya, warga Kecamatan Bangil, Pasuruan ini sudah langganan sejak lama di warung tersebut.

"Di sini kan pusatnya lele, tapi saya paling seneng di sini. Pertama pelayanannya bagus dan ikannya fresh, dia punya khas. Saya kalau mau ke Kediri atau Nganjuk mesti mampir ke Warung Bu Nita ini," ujarnya.

Pemudik lainnya, Azmi Endiyana Zuhri (30), juga sengaja mampir ke warung pecel lele ini untuk mengisi perut. Dia dalam perjalanan dari Madiun menuju Mojokerto. Menurutnya, warung pecel lele di sepanjang Jalan Raya Bandar Kedungmulyo ini cukup memudahkan pemudik untuk beristirahat dan mengisi perut yang lapar.

"Lokasinya cukup mudah, pinggir jalan raya. Jadi gampang untuk mencari makan seperti saya yang perjalanan mudik," tandasnya.

Sementara Fatkhiyatul istiqomah (40) mengaku pecel lele legendaris satu ini pedesnya luar biasa. "Sumpah pedesnya nyelekit dan uenak. Pas diincip pasti nambah-nambah nasinya. Trus kalau dicampur sambel tumpang, Hmm...pedesnya berkurang. Tapi tetep enak. Sayurnya juga keset," kata Iis, panggilan akrabnya yang datang bersama teman-teman semasa SMP.



Simak Video "Akhir Pelarian Ayah di Jombang Usai Tabrak Lari Anak Sendiri"
[Gambas:Video 20detik]
(dpe/fat)