Megilan, 6 Kuliner Khas Lamongan yang Bisa Dicoba saat Mudik

Eko Sudjarwo - detikJatim
Rabu, 27 Apr 2022 16:41 WIB
Nasi Boran Mbak Sri: Sedep Miroso! Nasi Lauk Ikan Sili Bumbu Pedas
Lauk Nasi Boran Lamongan. (Foto: detikcom/Riska Fitria)
Lamongan -

Tahun ini Anda mudik ke Lamongan? Atau hanya sekadar lewat Lamongan? Gak ada salahnya buat berhenti sejenak mencicipi kuliner Lamongan. Gak hanya soto dan pecel lele, Lamongan ternyata juga punya kuliner andalan lain.

Nah, beberapa kuliner khas Lamongan ini boleh detikers coba. Ada yang sudah melegenda, lho.

1. Sego Boranan

Kuliner yang satu ini memang khas dan hanya ditemukan di Lamongan. Sego boranan yang berasal dari tempat nasi, yang dipakai oleh penjualnya ini terdiri dari nasi, bumbu, lauk, rempeyek. Bumbu dari nasi boranan terdiri dari rempah-rempah yang sudah dihaluskan.

Lauk yang ditawarkan oleh penjual bervariasi. Mulai dari daging ayam, jeroan, ikan bandeng, telur dadar, telur asin, tahu, tempe, hingga ikan sili yang lebih mahal bila dibandingkan dengan lauk-lauk lainnya.

"Sego boranan ini sudah kami patenkan dan menjadi salah satu dari kuliner khas Lamongan," kata Kepala Disperindag Lamongan Muhammad Zamroni.

Di mana bisa menikmati Sego boranan ini? Nasi yang biasanya dijajakan secara lesehan ini banyak ditemukan di sekitar kota Lamongan. Beberapa tempat seperti sekitar Plaza Lamongan, sekitar kantor Pemkab Lamongan, dan juga di sekitar Jalan Basuki Rahmat akan dengan mudah kita temukan Sego boranan ini.

Sego Boran LamonganSego Boran Lamongan Foto: Eko Sudjarwo


2. Soto Lamongan

Nah, kalau menu yang satu ini memang telah menyebar ke berbagai daerah di Indonesia. Ciri khas yang paling menonjol dari Soto Lamongan dibandingkan dengan soto dari daerah lain adalah taburan bubuk koya. Cita rasanya gurih sedikit renyah dan juga membuat kuahnya menjadi agak kental. Selain itu, Soto Lamongan juga disajikan tanpa tomat dengan kuah bening berwarna kuning.

"Soto Lamongan ini juga telah menerima sertifikat hak paten sebagai salah satu kekayaan kuliner dari Lamongan," ujar Zamroni.

Saat di Lamongan, salah satu depot soto yang sudah dikenal lama ada Depot Asih Jaya yang berada di Jalan Panglima Sudirman Lamongan. Depot ini juga akan dengan mudah ditemukan karena berada di tepi jalan poros nasional Lamongan-Babat.

Depot soto Lamongan lainnya yang juga patut untuk dicoba adalah Depot Hj. Supini. Depot ini berada di Jalan Laras Liris, Lamongan. Selain soto, Depot Hj. Supini juga menyajikan menu rawon yang juga patut dicoba.

Soto Lamongan SupiniSoto Lamongan Hj Supini Foto: Eko Sudjarwo


3. RM Kaliotik

Rumah makan dengan konsep prasmanan ini menawarkan menu yang sangat beragam. Mulai dari menu rumahan, tradisional, hingga sayuran lengkap dengan berbagai minuman segar. Terdapat juga menu khas Lamongan seperti Bandeng Kelan Kuning. Rumah makan ini juga sangat mudah ditemukan karena berada di jalan poros nasional Lamongan-Babat, yaitu di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Lamongan.

Rumah makan Kaliotik LamonganRumah makan Kaliotik Lamongan Foto: Eko Sudjarwo


4. Pecel Stasiun Babat

Dari namanya saja kita sudah tahu kuliner apa dan di mana tempatnya. Nasi pecel stasiun Babat ini memang salah satu lokasi kuliner yang patut untuk dicoba jika sedang mudik atau lewat Lamongan. "Kuliner yang selalu saya datangi saat saya pulang ke Babat," aku Arif, salah seorang warga Babat yang tinggal di Lamongan kota.

Tidak sulit untuk menemukan lokasi pecel stasiun Babat ini. Pasalnya, pecel stasiun ini berada di areal Stasiun KA Babat, di Kecamatan Babat. Tinggal cari stasiun Babat, kita pun sudah bisa menemukan pecel stasiun ini.


5. Kare Rajungan

Beralih ke kawasan Pantura Lamongan. Ada banyak menu khas sea food yang bisa ditemukan di sekitar kawasan Paciran dan Brondong. Salah satunya adalah menu Kare Rajungan yang dapat dengan mudah bisa ditemukan di sepanjang Jalan Daendels. Salah satu depot yang juga menyajikan menu dengan pemandangan laut dengan semilir anginnya adalah Warung Panorama yang berada di Desa Banjaranyar, Kecamatan Paciran.

Warung ini memang menawarkan menu khas laut yang ada di Pantura. Tengok saja, rajungan atau juga kepala ikan manyung ada di warung makan yang lokasinya berada di pinggir laut ini.

"Ada Kare Rajungan, selain itu ada juga asem-asem kepala manyung, lodeh manyung, botok, dan banyak lagi menu khas Pantura lainnya," kata Ibu Yani, pemilik Warung Panorama.

Usai rajungan tandas, kita masih bisa menyecap cangkang dan supitnya hingga benar-benar tak bersisa. Selain itu, untuk minum kita bisa memesan es dawet Siwalan yang juga khas Pantura Lamongan.

Warung Panorama LamonganWarung Panorama Lamongan. Foto: Eko Sudjarwo

6. Sego Jagung WBL

Masih berada di kawasan Pantura, kita juga bisa menikmati nasi jagung yang spesial, yaitu nasi jagung dengan lauk ikan asin dan ikan laut. Lokasi warung nasi jagung yang selalu ramai ini berada tepat di depan Wisata Bahari Lamongan (WBL).



Simak Video "Kenapa Pemudik Pilih Menyebrang Merak-Bakauheni Pada Malam Hari?"
[Gambas:Video 20detik]
(dte/dte)