Kue Mentuk Banyuwangi, Kudapan Lembut Khas Ramadan Berisi Irisan Daging

Ardian Fanani - detikJatim
Jumat, 22 Apr 2022 16:25 WIB
Kue mentuk Banyuwangi
Kue mentuk Banyuwangi (Foto: Ardian Fanani/detikJatim)
Banyuwangi -

Jajanan langka mulai bermunculan saat Ramadan. Salah satunya jajanan jadul Banyuwangi bernama kue mentuk. Kue ini bisa dibilang perpaduan antara kue nogosari dan bubur, namun memiliki rasa yang gurih.

Mirip seperti jajanan bubur, namun kue mentuk memiliki rasa yang lebih gurih. Tak hanya itu, pada bagian tengah kue mentuk terdapat irisan daging yang membuat rasanya semakin nikmat.

Isroiyah (53) warga Lingkungan Singomayan Barat, Kelurahan Singomayan, Banyuwangi ini salah satu pembuatnya. Setiap Ramadan, dirinya rutin untuk membuat jajanan kuno yang sudah jarang ditemukan ini.

"Ini jajanan asli orang using (suku asli Banyuwangi)," jelas Isroiyah, Jumat (22/4/2022).

Seperti kue tradisional using lainnya, kue mentuk relatif mudah untuk dibuat. Bahan pembuatnya berbahan dasar tepung beras. Selanjutnya, tepung beras dikombinasikan dengan santan melalui proses pengolahan tertentu.

Tahapan selanjutnya, daging sapi yang sudah dimasak sampai empuk dengan bumbu tertentu diiris kecil-kecil.

Tepung beras yang sudah diolah menjadi bubur kemudian ditempatkan pada daun pisang. Lalu daging dimasukkan pada bagian tengah.

"Setelah itu dipincuk dan kemudian dikukus selama beberapa menit," jelasnya.

Untuk daging yang digunakan isian biasanya tidak hanya daging sapi. Ada juga orang yang menggunakan isian dari daging ayam, tergantung selera masing-masing orang.

"Kalau saya selalu menggunakan daging sapi, menurut saya rasanya lebih enak," imbuhnya.

Untuk satu pincuk kue mentuk dibandrol Rp 5 ribu saja. Kue ini biasanya menjadi primadona masyarakat yang menyukai rasa gurih.

"Sehari saya hanya membuat puluhan pincuk saja, kalau ada pesanan baru saya buat lebih banyak," tandasnya.



Simak Video "Berburu Kue Lebaran di Pasar Mayestik"
[Gambas:Video 20detik]
(hil/fat)