Sego Muduk, Nasi Khas Pantura Lamongan Nikmat, Gurih Nan Lezat

Eko Sudjarwo - detikJatim
Minggu, 20 Feb 2022 06:12 WIB
Sego Muduk, Nasi Khas Pantura Lamongan Nan Gurih dan Lezat
Nasi Muduk khas pantura (Foto: Eko Sudjarwo/detikjatim)
Lamongan -

Lamongan kaya akan kuliner. Selain sego boran, kuliner Nasi Muduk hanya bisa ditemukan di Lamongan. Ya, Kuliner khas ini hanya bisa ditemukan di wilayah pantura. Terutama Desa Sedang Agung dan Desa Sedangduwur, Kecamatan Paciran.

Nasi muduk dengan lauk khas berbagai olahan hasil laut Pantura Lamongan ini memiliki rasa yang khas, yaitu legit, gurih dan pedas. Olahan rempah yang ada di Nasi Muduk inilah yang membuat gurih dan membikin ketagihan.

Pelengkap Nasi muduk ini adalah Urap Latoh berbahan dasar rumput laut dan Oseng Peda yang dipadukan dengan rempah-rempah semakin menambah lezat dan gurihnya nasi muduk ini. Perpaduan berbagai olahan hasil laut yang menjadi lauk pelengkap nasi muduk ini mulai dari iwil tongkol, oseng pedas, pepes pindang, cumi hitam, udang, hingga kerang.

"Nasi muduk memang hanya ada di sini dan tidak ada didaerah lain," kata Nasifatun, salah seorang penjual nasi muduk yang ada di Desa Sedangduwur, Kecamatan Paciran saat berbincang dengan detikJatim, Minggu (20/2/2022).

Pelengkap Nasi muduk lainnya adalah Urap Latoh yang berbahan dasar rumput laut dan Oseng Peda, yaitu Oseng-oseng berbahan dasar ikan klotok atau ikan asin dengan perpaduan daun gondorasih. Nasi Muduk biasanya disajikan bersama dengan sambal muduk yang terbuat dari bawang merah, bawang putih, cabai rawit dan bawang daun yang semua bahannya diiris dan ditumis serta ditambah dengan mie yang semakin menjadikannya khas.

"Dulu nasi muduk ini hanya disediakan dengan lauk tempe goreng serta ote-ote, tetapi sekarang sudah ada tambahan berbagai macam lauk," ujar Nasifatun yang sudah 7 tahun berjualan nasi muduk ini.

Sego Muduk, Nasi Khas Pantura Lamongan Nan Gurih dan LezatPenjual Nasi Muduk Khas Pantura Lamongan/ Foto: Eko Sudjarwo

Nasifatun mengaku mulai menjual nasi muduk pada siang hingga malam hari. Dalam sehari ia bisa menghabiskan 23 kg beras yang jika dihitung per porsi bisa sebanyak 230-240 porsi. Resep nasi muduk ini, lanjut Nasifatun, ia dapatkan ketika nyantri dimana ketika itu ia membantu memasak didapur hingga akhirnya resep tersebut telah digunakan hingga saat ini.

"Harga tergantung lauknya, antara Rp 6 ribu ke atas," terangnya.

Nasi Muduk ini dijual di beberapa warung yang ada di daerah Sendhangdhuwur. Selain murah, Nasi muduk banyak dicari karena memang sudah menjadi salah satu kuliner khas Pantura Lamongan yang melegenda.

"Alhamdulillah selalu ramai, Karena selain murah dan kuliner khas yang melegenda juga memang Sego Muduk ini hanya ada disini, di daerah lain tidak akan bisa dijumpai," tambah Cak Kholik, penjual nasi muduk lainnya yang ada di Desa Sendang Duwur.

Tertarik dengan Nasi Muduk yang juga pernah juara pada saat tampil dalam Festival Makanan Khas Daerah di acara Peringatan Hari Jadi Provinsi Jawa Timur ke-73 beberapa waktu lalu ini? Rasanya yang legit, gurih dan pedas dan yang pasti, rasa khas nasi Muduk ini bisa semakin memanjakan lidah para penikmat kuliner.



Simak Video "SD di Lamongan Kebanjiran 3 Bulan, Puan Minta DPRD Jatim Turun Tangan"
[Gambas:Video 20detik]
(fat/fat)