Kuliner Ekstrem Sup Tawon Khas Banyuwangi Diyakini Bikin Pria Makin Jantan

Kuliner Ekstrem Sup Tawon Khas Banyuwangi Diyakini Bikin Pria Makin Jantan

Ardian Fanani - detikJatim
Senin, 24 Jan 2022 12:08 WIB
Kuliner Ekstrem Sup Tawon Khas Banyuwangi
Sup tawon ndas (Foto: Ardian Fanani/detikcom)
Banyuwangi -

Banyak masyarakat panik saat ada lebah atau tawon. Apalagi tawon ndas berukuran besar, memburu warga dengan 'entup' yang membuat meriang dan bengkak. Sengatan tawon ini rupanya tak berlaku bagi masyarakat Banyuwangi.

Di Kabupaten paling ujung Timur Pulau Jawa ini, tawon ndas justru menjadi kuliner yang sangat diminati. Meski terkesan ekstrem namun rasa kuliner sup tawon ndas sangat nikmat dan mempunyai cita rasa yang khas. Selain itu, kuliner ini dipercaya bisa menambah vitalitas.

Kuliner tawon bisa dinikmati mulai yang masih berbentuk larva hingga yang sudah dewasa. Sama-sama tidak kalah nikmatnya.

Tawon ndas biasanya dimasak bumbu uyah asem, semacam sup khas Banyuwangi. Uyah asem menggunakan bumbu ranti, sejenis tomat khas Banyuwangi, dan irisan kecombrang yang beraroma segar. Kombinasi bumbu ini membuat rasa tawon terasa lebih nikmat setiap gigitannya.

Wisata Kuliner yang menyediakan menu uyah asem tawon adalah Warung Umyah Madang. Warung ini berada di Jalan. Raya Lijen, Desa Paspan Kecamatan Glagah, Banyuwangi, Jawa Timur.

Tawon yang dimasak pun bermacam-macam jenis. Mulai dari tawon ndas yang berukuran besar, tawon sruk yang biasa bersarang di dalam tanah dan tawon nyayang yang umumnya bersarang di pohon kelapa. Dua jenis tawon ini juga tidak kalah ekstrim dengan tawon ndas.

"Kalau tawon rowan (tawon madu) kami tidak menyediakan, kata orang kurang ekstrem," ujar Rizal Pahlevi, (34), pemilik Warung Umyah Madang, Senin (24/1/2022).

Tawon ndas, tawon sruk dan tawon nyayang tergolong jenis lebah yang cukup sulit ditemukan. Rizal mengaku sudah memiliki penyuplai khusus yang biasa berburu 3 jenis tawon tersebut di wilayah pedalaman bahkan sampai ke hutan.

Sehingga meskipun bahan baku tawon tidak mudah ditemukan, Rizal mengaku menu uyah asem tawon ndas selalu tersedia setiap hari. Pengunjung bisa datang ke warung antara pukul 09.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB setiap hari.

Kuliner Ekstrem Sup Tawon Khas BanyuwangiKuliner Ekstrem Sup Tawon Khas Banyuwangi/ Foto: Ardian Fanani

"Insya Allah setiap hari selalu tersedia. Sudah ada yang menyuplai tawonnya," ungkapnya.

Meskipun bahan bakunya tidak mudah didapatkan, namun kuliner ekstrem tawon ini dipatok cukup murah. Satu porsi uyah asem tawon hanya dipatok seharga Rp25 ribu. Itupun sudah lengkap dengan nasinya.

Pria yang juga Kepala Desa Paspan ini menyebut, ide menjual menu tawon ndas ini berawal dari ayahnya yang sangat menyukai menu uyah asem tawon. Selain itu tradisi orang osing, kata Dia, biasanya kalau ada kegiatan kumpul-kumpul atau begadang biasanya menyediakan menu tawon.

"Ayah saya ingin berbagi kesenangan dengan menikmati menu tawon ndas ini. Makannya Kita munculkan menu tawon ndas ini sebagai salah satu menu andalan kami," ungkapnya.

Tidak hanya itu, Rizal menyebut, menu tawon dipercaya memiliki kandungan protein yang sangat tinggi dan bisa menambah vitalitas pria. Sehingga menu kuliner yang satu ini sangat banyak peminatnya.

"Konon dengan mengkonsumsi tawon ndas ini bisa meningkatkan vitalitas," tandasnya.

Penikmat kuliner tawon, Fredy Rizki Manunggal mengaku suka dengan kuliner ekstrem satu ini. Dia suka dengan tekstur tawon yang lebih besar.

"Kalau yang sudah dewasa itu rasanya lebih crunchy, seperti lebih krispy gitu saat digigit," ungkapnya.

Rizky menambahkan, kuah uyah asem terasa segar dan menghangatkan tubuh. Rasa asam dari ranti dan aroma khas kecombrang yang cukup dominan semakin menambah selera. Perpaduan segarnya ranti, aroma segar kecombrang dan rasa khas tawon ndas manghasilkan rasa yang membuat penikmatnya ketagihan.

"Rasanya semakin lengkap dengan tambahan sambal yang rasanya nendang," jelasnya.



Simak Video "Reaksi Selvi saat Gibran Sebut Dirinya Pakai Skincare Minyak Tawon"
[Gambas:Video 20detik]
(fat/fat)