Polda Jatim Minta Ortu Perkuat Pengawasan Anak di Media Sosial

Polda Jatim Minta Ortu Perkuat Pengawasan Anak di Media Sosial

Praditya Fauzi Rahman - detikJatim
Jumat, 28 Agu 2026 12:15 WIB
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Jules Abraham Abast.
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Jules Abraham Abast/Foto: Istimewa
Surabaya -

Polda Jatim mengingatkan orang tua untuk meningkatkan perhatian dan pengawasan terhadap aktivitas anak. Pengawasan dinilai penting agar anak tidak mudah terpengaruh ajakan atau informasi di media sosial yang dapat membawa mereka ke kegiatan berisiko dan membahayakan keselamatan.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Jules Abraham Abast mengatakan, peran orang tua diperlukan untuk memberikan pemahaman kepada anak mengenai risiko berada di tengah situasi yang tidak kondusif. Menurutnya, penyampaian pendapat merupakan hak masyarakat yang tetap harus dilakukan secara tertib dan bertanggung jawab.

"Kami mengimbau para orang tua untuk memastikan anak-anaknya tidak ikut-ikutan berada di lokasi yang berpotensi terjadi kericuhan. Berikan pemahaman kepada mereka agar tidak mudah terprovokasi atau terpengaruh ajakan yang justru dapat membahayakan keselamatan maupun masa depan mereka," kata Abast dalam keterangannya, Jumat (28/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Menyampaikan pendapat tentu harus kita hormati. Tetapi jangan sampai penyampaian aspirasi kemudian berubah menjadi tindakan kekerasan atau perbuatan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. Terlebih bagi anak-anak dan pelajar, keselamatan dan masa depan mereka harus menjadi perhatian kita bersama," imbuhnya.

ADVERTISEMENT

Abast menjelaskan, penyampaian pendapat diperbolehkan selama sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Namun, kegiatan tersebut harus dilakukan secara tertib dan bertanggung jawab serta tidak berubah menjadi kekerasan, perusakan, atau tindakan lain yang melanggar hukum.

Karena itu, eks Kabid Humas Polda Jabar tersebut mengajak orang tua membangun komunikasi yang baik dengan anak. Orang tua juga diminta mengetahui aktivitas dan lingkungan pergaulan anak, termasuk memperhatikan informasi maupun ajakan yang mereka terima melalui media sosial.

"Anak-anak kita hidup sangat dekat dengan media sosial. Karena itu, penting bagi orang tua untuk mengingatkan agar mereka tidak mudah percaya, terprovokasi atau mengikuti ajakan yang belum tentu mereka pahami tujuan maupun risikonya," ujarnya.

Selain orang tua, Abast mengajak pelajar dan generasi muda untuk lebih bijak dalam menerima informasi. Ia meminta anak-anak tidak mengikuti suatu kegiatan hanya karena ajakan teman atau informasi yang beredar di media sosial.

"Kami mengajak adik-adik pelajar dan generasi muda untuk berpikir jernih dan tidak mudah terprovokasi. Jangan karena ajakan teman atau informasi di media sosial kemudian ikut dalam kegiatan yang berpotensi membahayakan. Sampaikan pendapat dengan cara yang baik, bertanggung jawab dan tidak melakukan tindakan kekerasan," imbuhnya.

Menurut Abast, perlindungan terhadap anak tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Keluarga, sekolah, masyarakat, pemerintah, dan kepolisian memiliki peran untuk memastikan anak tetap berada dalam lingkungan yang aman.

"Keselamatan anak adalah tanggung jawab kita bersama. Mari kita jaga, kita bimbing dan kita edukasi anak-anak kita. Jangan sampai karena ikut-ikutan atau terprovokasi, mereka justru menjadi korban ataupun terlibat dalam perbuatan yang dapat merugikan masa depan mereka," tutup polisi dengan 3 melati di pundaknya itu.



(irb/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads