Polisi Edukasi 200 Pelajar Bojonegoro soal Bahaya Deepfake dan Hoaks

Polisi Edukasi 200 Pelajar Bojonegoro soal Bahaya Deepfake dan Hoaks

Ainur Rofiq - detikJatim
Selasa, 18 Agu 2026 21:45 WIB
Polres Bojonegoro edukasi ratusan pelajar SMA
Polres Bojonegoro edukasi ratusan pelajar SMA (Foto: Istimewa)
Bojonegoro -

Polres Bojonegoro turun langsung memberikan edukasi literasi digital kepada sekitar 200 pelajar SMAN 1 Bojonegoro. Para siswa dibekali pemahaman tentang penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), termasuk bahaya hoaks hingga manipulasi video berbasis deepfake.

Edukasi tersebut digelar di aula SMAN 1 Bojonegoro, Jalan Panglima Sudirman, Selasa (18/8/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan kesadaran pelajar dalam menggunakan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab.

Kabag SDM Polres Bojonegoro Kompol Khristanto Widhy Nugroho mengatakan perkembangan teknologi harus diimbangi dengan pemahaman etika dan kesadaran hukum. Menurutnya, pelajar merupakan salah satu kelompok yang rentan menjadi korban maupun pelaku penyalahgunaan teknologi digital.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tujuan edukasi ini untuk membangun pemahaman dan etika dalam memanfaatkan teknologi secara bijak. Para siswa juga perlu mampu menyaring informasi, mengenali bias data serta mewaspadai hoaks dan deepfake yang dapat menyesatkan maupun merugikan orang lain," ujar Khristanto.

ADVERTISEMENT

Meski mewanti-wanti soal ancaman kejahatan siber, pihak polisi tidak serta-merta melarang para remaja ini berkreasi. AI tetap didorong untuk dimanfaatkan secara produktif guna mendongkrak prestasi belajar, asalkan tidak kebablasan menjadi ajang plagiarisme yang mematikan orisinalitas berpikir.

Khristanto menegaskan, teknologi cerdas diciptakan untuk menjadi alat bantu, bukan untuk menumpulkan nalar kritis manusia.

"Pemanfaatan AI harus ditempatkan sebagai sarana pendukung, bukan menggantikan tanggung jawab dan kemampuan berpikir penggunanya. Karena itu, literasi digital perlu terus diperkuat agar para pelajar mampu mengikuti perkembangan zaman sekaligus tetap memiliki karakter dan kesadaran hukum," tambahnya.

Langkah jemput bola dari Korps Bhayangkara ini mendapat apresiasi dari pihak sekolah. Kepala SMAN 1 Bojonegoro Wiwik Widowati menilai pembekalan semacam ini sangat penting agar siswanya tidak salah arah di tengah gempuran arus digitalisasi.

"Kegiatan edukasi paham AI dari Polri ini sangat bermanfaat bagi para siswa. Para siswa harus mengikuti perkembangan zaman, melek teknologi, dan mampu memanfaatkan teknologi tersebut dengan baik serta bertanggung jawab," tutur Wiwik.

Melalui edukasi ini, Polres Bojonegoro berharap lahir generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual dan adaptif terhadap zaman, tetapi juga memiliki kepekaan hukum agar terhindar dari jeratan kriminalitas dunia maya yang kerap berujung di balik jeruji besi.



(auh/abq)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads