Kapolres Bojonegoro AKBP Yenni Diarty menggencarkan silaturahmi dengan tokoh agama, organisasi kemasyarakatan (ormas), hingga perguruan pencak silat di Kabupaten Bojonegoro. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta mewujudkan semangat Jogo Bojonegoro.
Safari silaturahmi diawali dengan mengunjungi Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bojonegoro sekaligus Pengasuh Ponpes Al-Rosyid, KH Alamul Huda Masyhur, di Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander. Dalam kunjungan yang didampingi pejabat utama Polres Bojonegoro itu, keduanya membahas pentingnya menjaga nilai-nilai kebinekaan dan memperkuat kolaborasi untuk kemaslahatan umat.
"Terima kasih Pak Kiai sudah menerima kami. Polres Bojonegoro beserta jajaran memohon dukungan untuk bersama-sama menjaga Kamtibmas, dan semoga silaturahmi ini terus terjalin dengan baik," ujar Yenni.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menanggapi hal tersebut, Ketua MUI Kabupaten Bojonegoro yang akrab disapa Gus Huda menyatakan kesiapan lembaganya untuk berkolaborasi aktif dengan kepolisian dalam merawat kerukunan umat beragama.
"Kami siap membantu Polri untuk berperan aktif dalam menciptakan kerukunan umat beragama dan menjaga Kamtibmas di wilayah Kabupaten Bojonegoro," kata KH Alamul Huda Masyhur.
Selain kepada ulama, penguatan sinergi juga diarahkan kepada elemen perguruan pencak silat. Yenni bersama jajaran mendatangi Padepokan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Bojonegoro Pusat Madiun di Jalan Kolonel Sugiono, Kecamatan Kota Bojonegoro, yang disambut langsung oleh Ketua PSHT Cabang Bojonegoro Pusat Madiun, Wahyu Subakdiono.
Dalam kesempatan itu, Kapolres menegaskan bahwa perguruan silat memiliki peran strategis dan mengajak seluruh keluarga besar PSHT untuk merawat kerukunan, termasuk melalui wadah Bojonegoro Kampung Pesilat (BKP) yang dibentuk untuk mencegah potensi konflik sejak dini.
"Intinya mari bersama-sama menjaga Harkamtibmas atau Jogo Bojonegoro. Saling mengingatkan anggotanya hingga tingkat ranting untuk menjaga kerukunan antarperguruan silat yang lain di Bojonegoro," ujar Yenni.
Menyambut ajakan tersebut, Ketua PSHT Cabang Bojonegoro Pusat Madiun, Wahyu Subakdiono, menegaskan komitmen organisasinya untuk turut serta menjaga stabilitas keamanan di wilayah setempat.
"Keluarga besar PSHT Cabang Bojonegoro siap menjaga Harkamtibmas di wilayah Bojonegoro agar tetap aman, damai, dan kondusif," tegas Wahyu.
Rangkaian safari kemudian dilanjutkan dengan mengunjungi Kantor Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kabupaten Bojonegoro di Jalan Teuku Umar, Bojonegoro.
Kedatangan Kapolres dan rombongan disambut oleh Ketua PD Muhammadiyah Bojonegoro, H. Suwito. Di hadapan pengurus Muhammadiyah, Yenni turut mengajak keterlibatan aktif ormas dalam memberikan edukasi literasi informasi kepada masyarakat guna membendung penyebaran hoaks.
"Kunjungan ini untuk meningkatkan kerja sama, menjalin ukhuwah, memperkuat koordinasi, serta mempererat sinergi dengan organisasi kemasyarakatan. Muhammadiyah merupakan salah satu mitra penting Polri yang selama ini turut berperan aktif dalam pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat melalui visi dan misinya," ujar Yenni.
Menutup rangkaian silaturahmi tersebut, H. Suwito memberikan apresiasi tinggi dan menyatakan kesiapan lembaganya untuk menyelaraskan langkah bersama aparat kepolisian dalam menjaga persatuan daerah.
"Sependapat dengan apa yang disampaikan Ibu Kapolres, kegiatan ini merupakan salah satu upaya mempererat tali silaturahmi dan memupuk rasa persaudaraan. Kami siap mendukung tugas dan program Polres Bojonegoro agar sinergitas dalam menjaga kondusivitas Kamtibmas di Kabupaten Bojonegoro terus terjalin dengan baik," pungkas Suwito.
(auh/abq)
