Polda Jawa Timur memberangkatkan kendaraan water treatment untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Kendaraan tersebut mampu mengelola air sungai menjadi air bersih siap minum.
Kendaraan tersebut diberangkatkan dari lingkungan Polda Jatim pada Senin (17/8/2026), bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Pemberangkatan bantuan dilakukan langsung oleh Kapolda Jatim.
Dalam misi kemanusiaan tersebut, dua personel Kompi 2 Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Jatim ditugaskan untuk mengawaki kendaraan water treatment selama berada di lokasi bencana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Komandan Kompi 2 Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Jatim, AKP Supriyadi mengatakan, pengiriman personel dan kendaraan tersebut merupakan amanah untuk membantu masyarakat yang tengah menghadapi musibah.
"Kami mendapat amanah untuk mengirimkan dua personel Kompi 2 Batalyon A Pelopor bersama kendaraan water treatment dalam misi kemanusiaan ke NTT. Ini bukan sekadar tugas, tetapi bentuk kepedulian dan kehadiran Brimob untuk masyarakat yang sedang menghadapi musibah," kata Supriyadi, Selasa (18/8/2026).
Supriyadi menjelaskan, pihaknya telah mengirim personel untuk ditugaskan mengoperasikan sekaligus memastikan kendaraan water treatment dapat berfungsi secara optimal. Hal itu untuk mendukung kebutuhan air bersih masyarakat terdampak bencana.
"Kita selalu meminta kepada seluruh anggota, agar melaksanakan tugas dengan ikhlas, menjaga nama baik kesatuan, dan membantu masyarakat semaksimal mungkin. Di mana pun masyarakat membutuhkan, di situ Brimob harus hadir," ujarnya.
Kendaraan water treatment tersebut diharapkan dapat membantu menyediakan air bersih bagi warga selama masa tanggap bencana. Sebab, kendaraan tersebut bisa mengubah belasan ribu liter air sungai dan laut menjadi air bersih siap minum.
"Kendaraan tersebut mampu menghasilkan sekitar 2.000 hingga 5.000 liter air bersih per jam. Atau belasan ribu liter per hari tergantung kondisi unit dan sumber air," jelasnya.
Pengiriman bantuan ini sekaligus menunjukkan peran personel Brimob yang tidak hanya menjalankan tugas kepolisian. Tetapi juga terlibat dalam misi kemanusiaan, khususnya ketika masyarakat menghadapi situasi darurat dan bencana.
"Sebab Kehadiran personel Brimob bersama sarana pendukung juga menjadi bagian dari respons Polri dalam membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat pasca-bencana," tuturnya.
Dengan diberangkatkannya kendaraan water treatment bersama dua personel Brimob, bantuan diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat NTT. Khususnya yang terdampak gempa, terutama dalam memenuhi kebutuhan air bersih selama proses penanganan bencana.
