Tanam jagung serentak kuartal III di Mojokerto, digelar di Tanah Kas Desa (TKD) Kalipuro, Kecamatan Pungging seluas 6 hektare. Ketika panen 3 bulan nanti, lahan ini ditargetkan menghasilkan 48 ton jagung pipil kering.
Gerakan menanam jagung di Dusun Lebak, Desa Kalipuro ini dihadiri langsung Kapolres Mojokerto, AKBP Andi Yudha Pranata. Bersama Forkopimca Pungging dan gapoktan setempat, Andi menanam jagung untuk pakan ternak.
Kapolres Mojokerto lantas menyerahkan bantuan benih jagung hibrida kepada Gapoktan Desa Kalipuro. Penanaman di lahan 6 hektare ini menghabiskan 160 Kg bibit Perkasa Sakti. Terdiri dari 10 Kg bantuan Dinas Pertanian, 75 Kg dari Polsek Punggging, serta 75 Kg dari desa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Melalui sinergi dengan forkopimca, pemerintah desa, serta para petani, kami berharap produksi jagung di Kabupaten Mojokerto terus meningkat sehingga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap tercapainya swasembada pangan nasional," terang Andi di lokasi, Kamis (30/7/2026).
Penanaman jagung di TKD Kalipuro ini diperkirakan siap panen dalam 110 hari ke depan. Lahan 6 hektare ini ditargetkan menghasilkan 48 ton jagung pipil kering. Nantinya, hasil panen untuk mendukung industri pakan ternak.
Andi menjelaskan, swasembada pangan menjadi tanggung jawab bersama pemerintah, TNI, Polri dan para petani. "Polri tidak hanya menjaga kamtibmas, tetapi juga mendukung setiap program strategis pemerintah yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat," jelasnya.
Di lokasi yang sama, Andi berdiskusi dengan para petani dan Forkopimca Pungging. Mereka membahas pemanfaatan lahan, sarana pertanian, hingga strategi meningkatkan hasil panen.
"Komunikasi yang baik antara pemerintah, aparat dan kelompok tani merupakan kunci untuk menyelesaikan berbagai tantangan di lapangan. Sehingga program swasembada pangan dapat berkelanjutan," tandasnya.
