Polres Mojokerto menggelar lomba video konten kritik konstruktif menyambut Hari Bhayangkara ke-80. Polisi turun langsung ke sekolah untuk mengedukasi sekaligus menerima kritik dari Gen Z, salah satunya ke SMAN 1 Puri.
Kasi Propam Polres Mojokerto Iptu Hendriyanto Wibisono menyapa langsung para siswa. Kepada para gen Z, ia menyosialisasikan lomba konten video bertema 'Kritik Konstruktif dan Solutif'.
Lomba dengan hadiah total Rp 2.250.000 ini terbuka untuk umum dan gratis. Setiap peserta atau kelompok peserta wajib mengirim karya paling lambat 11 Juni 2026. Pemenangnya diumumkan 12 Juni, sedangkan hadiahnya diserahkan Hari Bhayangkara 1 Juli nanti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sosialisasi menjelang Hari Bhayangkara, Polres Mojokerto mengadakan 3 lomba. Pertama, lomba konten video kritik konstruktif. Kedua, lomba gim Mobile Legend. Ketiga, turnamen E Football Playstation 5," terang Hendriyanto kepada detikJatim di lokasi, Jumat (5/6/2026).
Turnamen offline Mobile Legend Battle of Glory digelar di Aula Samapta Polres Mojokerto pada 9-10 Juni 2026 untuk peserta umum dan pelajar. Total hadiahnya mencapai Rp 12 juta. Sedangkan turnamen E Football Playstation 5 digelar 11-12 Juni dengan total hadiah Rp 8 juta.
Tidak hanya itu, kehadiran polisi di SMAN 1 Puri juga mengedukasi para siswa terkait manfaat Call Center 110. Selanjutnya, mereka membuka sesi tanya jawab yang berlangsung seru. Sebab para siswa menanyakan beberapa keresahan mereka terkait kinerja Polri dalam keseharian.
"Kami memberikan dukasi, ternyata para siswa banyak memberi kritik kepada Polri. Kritik yang sifatnya membangun untuk memperbaiki kinerja polisi, kami terima," jelas Hendriyanto.
Siswa kelas XI SMAN 1 Puri, Chariti mengapresiasi lomba konten video kritik konstruktif yang digelar Polres Mojokerto. Ia mengaku seumur hidupnya, baru kali ini ada instansi yang membuka diri dari kritik, bahkan sampai melombakannya.
"Saya harap dengan lomba ini, problem di masyarakat bisa lebih diperhatikan, khusunya terkait instansi kepolisian," ujarnya.
Selain bagi masyarakat, lanjut Chariti, manfaat kritik konstruktif juga bisa dirasakan Polres Mojokerto. Sebagai gen Z, ia optimis Polri menjadi lebih baik dengan menerima kritik dari masyarakat.
"Kalau bisa menerima kritik dan melaksanakan yang dibutuhkan masyarakat, saya rasa 100% bisa berubah. Namun, tidak dengan waktu yang cepat," cetusnya.
Guru SMAN 1 Puri, Zain Isa juga mengapresiasi lomba konten video kritik konstruktif yang digelar Polres Mojokerto. Sebab lomba ini langkah yang sangat baik untuk mewadahi aspirasi masyarakat.
"Karena selain mengedukasi para siswa terkait kegiatan polisi sehari-hari, lomba ini juga membuat semakin dekat. Boleh jadi kalau saya ungkapkan dalam satu kalimat, Polisi Semakin Dekat di Hati," terangnya.
Oleh sebab itu, tambah Zain, pihaknya mendukung penuh para siswa yang ingin unjuk gigi dalam 3 lomba yang digelar Polres Mojokerto. "Tentu kami mendukung para siswa, menyediakan tempat latihan, pelatih, surat pengantar dan mendampingi mereka mengikuti lomba," tandasnya. []
(auh/dpe)
