Polda Jawa Timur menyiagakan 16.326 personel gabungan untuk pengamanan malam takbiran hingga pelaksanaan Salat Idulfitri 1447 Hijriah. Ribuan personel tersebut diterjunkan dalam rangka Operasi Ketupat Semeru 2026.
Puluhan ribu personel itu terdiri dari unsur kepolisian dan lintas sektor yang tersebar di 39 kabupaten/kota di Jawa Timur. Pengamanan tak hanya difokuskan pada malam takbiran, tetapi juga saat pelaksanaan salat Id.
Kabid Humas Polda Jatim selaku Kasatgas Humas Operasi Ketupat Semeru 2026, Kombes Jules Abraham Abast, menegaskan layanan pengamanan dilakukan secara menyeluruh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Layanan pengamanan tidak hanya pada malam takbiran, tetapi juga pada pelaksanaan Salat Idulfitri," ujar Abast, Jumat (20/3/2026).
Ia menyebutkan, terdapat sekitar 18.365 lokasi salat Idulfitri di Jawa Timur, baik di masjid maupun lapangan yang akan digunakan masyarakat.
"Pada Operasi Ketupat Semeru 2026 ini Polda Jatim tidak hanya memberikan layanan mudik, tetapi juga menjaga proses ibadah masyarakat yang menjalankan puasa Ramadhan hingga pelaksanaan Shalat Idul Fitri menjadi fokus utama," tegasnya.
Abast menambahkan, pola pengamanan yang diterapkan mengedepankan langkah preemtif dan preventif, serta didukung penegakan hukum secara tegas dan terukur.
Selain itu, pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan takbir keliling di jalan raya, terlebih menggunakan kendaraan terbuka dan sound horeg yang berpotensi mengganggu ketertiban.
"Mari kita rayakan hari kemenangan di Idulfitri ini dengan ibadah yang khusuk di rumah ibadah, masjid maupun musala," imbaunya.
Tak hanya itu, masyarakat juga diminta tidak menyalakan petasan maupun kembang api yang berisiko membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
Untuk mendukung pengamanan, Polda Jatim juga telah mendirikan ratusan pos yang tersebar di berbagai titik strategis.
"Ada 172 Pos Pengamanan (Pospam), 45 Pos Pelayanan (Posyan), dan 21 Pos Terpadu yang tersebar di sejumlah titik strategis di seluruh wilayah Jawa Timur yang total jumlahnya 238 pos," beber Abast.
Ia mengimbau masyarakat agar memanfaatkan pos-pos tersebut apabila membutuhkan bantuan selama periode Lebaran.
"Jika masyarakat mengetahui atau mengalami tindak kejahatan maupun membutuhkan bantuan kepolisian, silakan segera menghubungi call center Polri 110 yang dapat diakses secara gratis dan akan segera kami tindaklanjuti," pungkasnya.
