Jatanras Polda Jatim Minta Publik Waspada Copet di Keramaian

Jatanras Polda Jatim Minta Publik Waspada Copet di Keramaian

Praditya Fauzi Rahman - detikJatim
Rabu, 18 Mar 2026 15:15 WIB
Kasubdit Jatanras Polda Jatim AKBP Arbaridi Jumhur
Kasubdit Jatanras Polda Jatim AKBP Arbaridi Jumhur/Foto: Praditya Fauzi Rahman/detikJatim
Surabaya -

Aksi kejahatan saat musim mudik Lebaran tidak hanya menyasar rumah kosong yang ditinggal pemiliknya, tetapi juga berpotensi terjadi di lokasi keramaian.

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Arbaridi Jumhur mengatakan, wilayah Tapal Kuda menjadi salah satu daerah yang rawan menjadi sasaran pelaku kejahatan. Selain rumah kosong, aktivitas ekonomi yang tinggi di kawasan tersebut dinilai menjadi faktor pemicu.

"Yang paling dominan di wilayah Tapal Kuda ya. Wilayah Tapal Kuda itu antara Pasuruan sampai Banyuwangi. Memang itu padat sekali kegiatan perekonomiannya ya, karena di sana suplai-suplai bahan-bahan pokok gitu kan di sana," kata Jumhur, Rabu (18/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan, Kota Surabaya juga menjadi titik fokus pengamanan karena banyak rumah yang ditinggal pemudik. Meski demikian, pengawasan tetap dilakukan di berbagai wilayah lain di Jawa Timur.

ADVERTISEMENT

"Selain Surabaya, Tapal Kuda, dan Malang. Makanya dari kita, dari Subdit Jatanras Polda Jatim ditugaskan oleh pimpinan, memang dalam menghadapi suasana lebaran begini kita ada beberapa pos yang kita tempatkan anggota, ada di Kring Serse namanya. Ada di wilayah Madura, ada di Surabaya dan sekitarnya, ada di wilayah Tapal Kuda di antara Pasuruan sampai Banyuwangi, ada di Malang Raya, ada di wilayah Madiun. Itu kita anggota kita sebar di sana," ujarnya.

Jumhur menambahkan, pihaknya juga menyiagakan personel untuk melakukan backup apabila terjadi kejahatan lintas wilayah.

"Tapi kalau hanya pelaku yang TKP-nya TKP Malang ya biasanya Polres. Tapi kalau antar-wilayah itu, antar-wilayah biasanya kita ambil alih dari Polda," imbuhnya.

Terkait aksi copet, Jumhur menyebut kasus tersebut tergolong rendah di Surabaya dalam satu tahun terakhir. Bahkan, hampir tidak ditemukan laporan yang signifikan.

"Sangat-sangat rendah. Saya satu tahun ini mengungkap kasus copet itu hampir tidak ada malah (di Surabaya). Untuk wilayah lain, untuk Polres mungkin ada. Tapi kalau untuk kejahatan dalam angkutan, mungkin hanya sedikit saja. Sedikit, tidak ada kenaikan saja. Karena saya yang dapat, saya cek laporan polisi yang masuk itu hanya sedikit," jelasnya.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa aksi copet kerap terjadi di angkutan umum, dengan korban yang sering kali baru menyadari kejadian setelah sampai di rumah.

"Bukan orang setempat biasanya (korban), jadi biasanya dia sudah sampai Jawa Tengah baru terasa mau laporan ke sini terlalu jauh. Itu salah satu hambatan mungkin informasi yang kita dapat juga bahwa mungkin di sini untuk laporan polisi hampir sedikit sekali kalau untuk wilayah Jawa Timur," paparnya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, masyarakat diimbau agar tidak mengenakan barang mencolok yang dapat menarik perhatian pelaku kejahatan. Selain itu, tas atau barang bawaan sebaiknya ditempatkan di bagian depan tubuh, terutama saat berkendara atau menggunakan transportasi umum.

"Jangan mengundang yang menarik. Mereka itu kalau melihat itu kan yang pertama yang sasaran yang menarik gitu kan. Seperti perhiasan, menggunakan tas yang terbuka saat naik sepeda motor. Upayakan kalau naik motor tasnya di depan. Kalau di angkutan kota upayakan gak ketiduran, karena mereka cari yang kelelahan, kalau yang melek ya enggak mungkin dia samperin," paparnya.

Saat berada di pusat keramaian seperti pusat perbelanjaan, masyarakat juga diminta untuk lebih waspada terhadap gerak-gerik mencurigakan di sekitar.

"Segera menghindar saja, biasanya itu komplotan (saat beraksi). Kabur saja, menghindar cari tempat aman. Jangan ke tempat yang terlalu ramai, apalagi yang ramainya itu ya kita masing-masing punya feeling kan, biasanya dari belakang didorong gitu, harus segera menghindar," tutupnya.




(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads