Satgas Saber Pangan Polres Kediri Kota bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) melakukan inspeksi mendadak terkait harga Bahan Pokok di Kota Kediri.
Dalam sidak tersebut, petugas memastikan harga bahan pokok di Kota Kediri secara umum masih stabil. Meski begitu, sejumlah komoditas seperti cabai rawit merah dan daging ayam tercatat mengalami kenaikan harga.
Namun demikian, Kasatreskrim Polres Kediri Kota AKP Achmad Elyasarif Martadinata menegaskan pihak kepolisian selaku Satgas Pangan berkomitmen menjaga stabilitas harga bahan pokok, terutama menjelang Ramadan hingga Lebaran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami berkomitmen menjaga stabilitas harga bahan pokok. Apabila ditemukan oknum yang mempermainkan harga atau melakukan penimbunan barang, akan kami tindak tegas sesuai perintah dan ketentuan hukum," kata AKP Elyasarif Martadinata, Kamis (12/2/2026).
Achmad Elyasarif menambahkan, hingga saat ini pihaknya belum menemukan adanya penimbunan bahan pokok. Namun pengawasan tetap dilakukan secara intensif.
"Untuk sementara belum ada temuan penimbunan. Namun tetap kami lakukan pengecekan dan pengawasan. Kenaikan harga cabai hampir terjadi di seluruh Jawa Timur dan dipengaruhi faktor cuaca. Jika nantinya ditemukan adanya permainan harga, kami akan memberikan peringatan keras hingga penindakan kepada para pedagang," pungkasnya.
Sementara itu Kepala Subbagian Tata Usaha Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan, Puspa Dewi, mengatakan kenaikan tersebut masih dalam batas yang dapat dikendalikan.
"Secara keseluruhan harga masih stabil. Hanya cabai rawit merah yang harganya agak tinggi, sedangkan daging ayam mengalami kenaikan tetapi masih tergolong stabil," ujar Puspa saat meninjau Pasar Setonobetek, Kota Kediri.
Menurutnya, kenaikan harga cabai rawit merah dipengaruhi faktor cuaca yang berdampak pada produksi. Sementara itu, harga daging ayam naik karena meningkatnya permintaan masyarakat.
"Untuk cabai rawit merah karena faktor cuaca, sedangkan daging ayam kemungkinan karena permintaan yang tinggi," jelasnya.
Sebagai langkah antisipasi agar harga tidak terus merangkak naik, pemerintah menyiapkan sejumlah strategi. Salah satunya dengan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) secara serentak di berbagai daerah.
Puspa menyebut, komoditas yang dibantu dalam GPM antara lain minyak goreng dan beras yang didukung Bulog, serta telur.
"Jika harga cabai rawit sudah melebihi batas, langkah yang kami lakukan adalah menggelar Gerakan Pangan Murah. Minyak goreng dibantu Bulog, beras juga dibantu Bulog, termasuk telur," terangnya.
Pelaksanaan GPM secara nasional dijadwalkan berlangsung serentak pada 13 Februari. Sementara di Kota Kediri, kegiatan tersebut akan digelar mulai pekan depan secara bertahap dengan lokasi berpindah-pindah.
Pemerintah berharap langkah ini dapat menjaga keterjangkauan harga bahan pokok sekaligus memastikan ketersediaan pangan tetap aman di pasaran.
