Polres Probolinggo menggelar rilis akhir tahun (RAT). Tujuannya untuk mengevaluasi dan merefleksikan kinerja dan capaian mulai Januari hingga Desember 2025.
Rilis ini disampaikan langsung Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif dengan didampingi sejumlah pejabat utama di Ruang Rupatama Polres Probolinggo.
Polres Probolinggo menegaskan komitmennya mewujudkan Polri Presisi yang hadir, bermanfaat, dan dirasakan langsung oleh masyarakat. Hal ini ditunjukkan melalui penguatan ketahanan pangan, pemenuhan gizi, transformasi pelayanan publik, serta optimalisasi Call Center 110.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam mendukung Asta Cita Ketahanan Pangan, Polres Probolinggo menyiapkan lahan tanam jagung seluas 3.502,42 hektare. Dari panen seluas 58,34 hektare, dihasilkan 171,38 ton jagung, dengan mayoritas diserap Bulog sebagai bentuk dukungan stabilitas pangan nasional.
Selain itu, melalui Gerakan Pangan Murah, penyaluran beras SPHP Bulog terealisasi 446.000 kilogram atau 100,93 persen, menjangkau 187 lokasi dan 89.132 warga.
Di bidang kesehatan, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terus diperkuat melalui tiga lokasi layanan dan dukungan 50 relawan, sebagai upaya konkret pencegahan stunting dan peningkatan kualitas generasi muda.
Transformasi Polri diwujudkan melalui penguatan Pamapta sebagai Visible Police yang hadir langsung di tengah masyarakat dengan pendekatan humanis dan preventif, guna meningkatkan rasa aman dan kepercayaan publik.
Sementara itu, layanan Call Center 110 dioptimalkan dengan total 2.683 panggilan, di mana seluruh laporan nyata telah ditindaklanjuti hingga tuntas (100 persen).
Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif menyampaikan bahwa rilis akhir tahun merupakan pertanggung jawaban kepada publik dan masyarakat terkait kinerja kepolisian di Kabupaten Probolinggo dalam upaya menciptkan harkamtibmas di masyarakat.
"Dari laporan yang masuk ke Satreskrim selama tahun 2025, terdapat satu kasus menonjol yakni 2 orang begal yang berhasil dilumpuhkan di Gending. Sementara kasus terbanyak didominasi curanmor dengan total sebanyak 175 laporan," kata Kapolres Probolinggo.
Mengatakan dari 706 kasus milik Satreskrim, kasus terbanyak didominasi dari tindak pidana pencurian dan kekerasan (Curas), pencurian dengan pemberatan (Curat), dan pencurian kendaraan bermotor (Curanmor).
"Untuk laporan kasus tindak pidana milik Satreskrim dibandingkan dengan tahun 2024 mengalami penurunan dari 869 laporan menjadi 706 laporan. Namun dalam pengungkapan kasusnya mengalami peningkatan dari 635 kasus (80,79%) menjadi 706 (81,24%)," kata Kapolres Probolinggo saat konfereni pers Anev Sitkamtibmas Akhir Tahun 2025 Polres Probolinggo, Senin (29/12/2025).
Sementara itu 110 kasus Satresnarkoba, terdiri dari kasus tindak pidana narkotika, tindak pidana okerbaya.
"Dari 110 kasus Satresnarkoba, kami berhasil mengamankan barang bukti 233,25 gram sabu, 232.015 butir pil trihexyphenidyl dan 111.403 pil dextro. Pengungkapan ini meningkat hampir 100% dibandingkan tahun 2024," tutur Kapolres Probolinggo.
Sedangkan dari 34.285 kejadian milik Satlantas, sebanyak 517 kejadian merupakan laka lantas, sementara 33.768 kejadian gar lantas.
"Penguatan langkah preemtif dan preventif melalui edukasi masif, patroli rutin di titik rawan, serta penegakan hukum yang tegas, konsisten, dan humanis. Setiap pelanggaran harus diperlakukan sebagai potensi kecelakaan yang wajib dicegah, kata AKBP Latif.
Sedangkan dari 31 kasus milik Satsamapta, sebanyak 13 kasus merupakan kasus prostitusi, sementara 18 kasus lainnya yakni menjual miras tanpa izin.
"Harapan kami dengan sejumlah pengungkapan kasus ini, kamtibmas di wilayah Kabupaten Probolinggo dapat berjalan dengan aman dan lancar hingga pergantian tahun dari 2025 menuju 2026," ucap Kapolres Probolinggo.
(dpe/abq)











































