18 Ribu Pelanggar Terjaring Operasi Zebra Semeru di Trenggalek

18 Ribu Pelanggar Terjaring Operasi Zebra Semeru di Trenggalek

Adhar Muttaqin - detikJatim
Sabtu, 29 Nov 2025 21:15 WIB
Pelanggar Terjaring Operasi Zebra Semeru di Trenggalek
Pelanggar Terjaring Operasi Zebra Semeru di Trenggalek. (Foto: Adhar Muttaqin/detikJatim)
Trenggalek -

Sekitar 18.000 pelanggar lalu lintas terjaring razia dalam Operasi Zebra Semeru 2025 di Trenggalek. Mayoritas ditindak dengan peringatan lisan.

Kasatlantas Polres Trenggalek, AKP Sony Suhartanto mengatakan, dari belasan ribu pelanggar tersebut 9.805 di antaranya ditindak dengan teguran secara lisan, sedangkan sekitar 5.000 pelanggar dikenai teguran tertulis.

"Teguran tertulis itu dia dicatat, nama, alamat dan pelanggarannya, kemudian dimasukkan database pelanggar," kata AKP Sony, Sabtu (29/11/2025).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu pihaknya juga memberikan teguran presisi terhadap 3.000 pelanggar. Teguran ini langsung dimasukkan database yang terkoneksi dengan aplikasi Korlantas.

Para pengendara yang terjaring razia rata-rata adalah pemotor dan tidak memiliki SIM. Sebagian di antaranya merupakan pengendara di bawah umur.

ADVERTISEMENT

"Untuk tindakan tilang manual mulai kemarin lusa juga sudah mulai kami terapkan. Artinya kami melalui berapa tahapan, mulai dari teguran hingga penilangan," jelasnya.

Sementara itu untuk penindakan pelanggaran melalui sistem elektronik atau ETLE telah diberlakukan sejak awal pelaksanaan operasi.

"Untuk ETLE kami punya yang mobile, jadi kami keliling ke berbagai titik dna berhasil menjaring 178 pelanggaran, mereka langsung ditilang. Kalau untuk tilang elektronik mayoritas pelanggarannya tidak pakai helm," ujar Sony.

Sony menambahkan, selama Operasi Zebra terjadi 11 insiden kecelakaan lalu lintas. Para pengendara yang terlibat sebagian besar mengalami luka-luka ringan.

"Alhamdulillah sampai hari ini tidak ada yang meninggal dunia," ungkapnya.

Sony menambahkan, selama operasi pihaknya telah berupaya menekan pelanggaran lalu lintas dengan berbagai cara, mulai memasang spanduk hingga sosialisasi langsung ke sejumlah sekolah hingga jalan raya.

"Ini semua demi keselamatan, kami ingin masyarakat berkendara tertib dan tidak mengalami kecelakaan lalu lintas," imbuhnya.

Tak hanya itu Satlantas Trenggalek juga menggelar razia balap liar di sejumlah titik. Aksi tersebut dinilai cukup meresahkan dan dapat mengakibatkan kecelakaan lalu lintas.

"Balap liar akan kami tindak dengan tegas," jelas Sony.




(auh/hil)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads