Rahasia Moge Listrik Ciptaan Kepala SMKN 5 Malang, Beda Dengan E-Motor Lain

Muhammad Aminudin - detikJatim
Rabu, 27 Jul 2022 18:33 WIB
Mulyadi berssama moge bertenaga listrik
Foto: Mulyadi berssama moge bertenaga listrik (Muhammad Aminudin/detikJatim)
Malang -

Cone Kustarto Arifin, Kepala SMK Negeri 5 Malang merancang motor gede (moge) bertenaga listrik dengan baterai lithium laptop bekas. Meski demikian, baterai bekas tersebut ternyata mampu bertahan hingga dua tahun terakhir ini.

Ada rahasia bagaimana mengatur sistem kelistrikan dari baterai tersebut hingga mampu bertahan tanpa ada kerusakan. Sosok Mulyadi ada di baliknya. Ia adalah sosok yang dipercaya Cone untuk menangani sistem kelistrikan moge rancangannya.

"Awalnya saya dapat tugas dari Pak Cone, bagaimana caranya sumber listrik dihasilkan dari baterai lithium laptop bekas mampu menggerakkan motor ini," terang Mulyadi ditemui di SMK Negeri 5 Malang Jalan Terusan Ikan Piranha, Kota Malang, Rabu (27/7/2022).

Mulyadi menuturkan bersama Cone, ia merancang sumber kelistrikan yang awet dan mudah untuk pengisian ulang. Selama ini, sepeda atau motor listrik selalu mengalami kendala di persoalan itu. Dengan manajemen baterai sistem yang dirancang Mulyadi, moge listrik buatan Cone dapat tahan lama hingga menempuh jarak kurang lebih 40 kilometer dengan daya listrik sebesar 2000 watt.

"Kita baterai ada 324 buah, dijadikan satu sampai memiliki 2 ribu watt dayanya. Kunci dari sistem kelistrikan ini adalah MBS, manajemen baterai sistem. Mudah untuk pengisian ulang dan bisa awet," tutur Mulyadi..

Sedangkan untuk pengisian ulang baterai hanya membutuhkan waktu selama hampir dua jam. Mulyadi menyediakan stop kontak khusus untuk penyaluran pasokan listrik ke sistem baterai.

"Ini fast charging, hanya dua jam. Seperti laptop maupun HP, akan mati dengan sendirinya jika pengisian baterai telah penuh. Jadinya aman tak kuatir terbakar," ungkap Mulyadi.

Layaknya motor pada umumnya, alat pengukur pengisian baterai diletakkan di tempat biasanya speedometer pada kendaraan roda dua dipasang. Ada dua indikator penunjuk angka disana, satu untuk kapasitas baterai dan satunya penunjuk angka pengisian baterai.

Mulyadi bahkan berani mengadu sistem kelistrikan moge buatan Cone lebih unggul dibandingkan kendaraan listrik pabrikan. Selain itu juga awet, daya tahan baterai lebih lama serta mudah untuk diisi ulang.

"Jadi persoalan kendaraan listrik selama 10 tahun ini belum terpecahkan, di sini sudah bisa memecahkannya. Ini buktinya, jika bobot kendaraan lebih ringan. Tentu akan lebih kencang dan jarak tempuh akan bisa lebih jauh lagi," urai Mulyadi.

Ke depan moge listrik Cone dkk ini akan kembali diperbarui untuk sistem kelistrikannya. Dengan menambah dinamo di bagian roda depan, belakang, serta samping. Tujuannya memberikan daya listrik lebih besar sekaligus menjadi baterai cadangan.

"Rencana sama bapak kepala sekolah, Pak Cone, depan belakang motor penggerak, samping ada alternator pengisian baterai. Jadinya nanti, kinetik diubah menjadi listrik, paling tidak membantu pengisian baterai. Baterainya satu, controler dua, troler satu. Jika digas semua akan bergerak," bebernya.



Simak Video "'Dokter' Harley asal RI di AS Latih Anak Indonesia Oprek Moge"
[Gambas:Video 20detik]
(abq/iwd)