Viral Mesin Penggiling Dwi Bagus Dibeli Online Usai Bunuh Dini dan Anak

Viral Mesin Penggiling Dwi Bagus Dibeli Online Usai Bunuh Dini dan Anak

Sugeng Harianto - detikJatim
Selasa, 27 Okt 2026 13:38 WIB
Mesin pencacah atau penggiling yang dibeli Dwi Bagus diduga setelah membunuh Dini dan anaknya dengan cara COD.
Mesin pencacah atau penggiling yang dibeli Dwi Bagus diduga setelah membunuh Dini dan anaknya dengan cara COD. (Foto: tangkapan layar video viral)
Kota Madiun -

Dwi Bagus (40) warga Jalan Doho, Kelurahan Winongo, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun membunuh istri sirinya, Dini Hardiyanti (30) dan anaknya, Arshaka Ghafa El Faezya (4) dengan cara sadis dan keji. Dwi memutilasi dan menggiling jenazah ibu dan anak itu usai dibunuh dengan cara dicekik. Mesin penggiling atau pencacah itu viral di media sosial.

Beredar sebuah video berdurasi 21 detik berisi 3 orang pria mencoba mesin pencacah berwarna biru di halaman belakang sebuah rumah. Itu adalah rumah Dwi Bagus di Jalan Kunir, Kelurahan Winongo, Kecamatan Mangunharjo, Kota Madiun. Video itu diduga momen ketika mesin pencacah yang dibeli Bagus baru saja tiba dan sedang dicoba.

Kasat Reskrim Polres Madiun Kota AKP Agus Riyadi menyampaikan bahwa barang bukti mesin pencacah atau penggiling itu termasuk di antara seluruh barang bukti yang diamankan ke Polda Jatim.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Semua Polda nanti yang menyampaikan. Kami (Polres Madiun Kota) hanya membantu olah TKP," jelas Agus kepada detikJatim, Selasa (27/10/2026).

Data yang dihimpun detikJatim, mesin penggiling tersebut dibeli dari Gresik. Mesin tersebut kemudian dijual lagi ke pasar besi joyo Kota Madiun oleh Bagus dengan harga Rp 1,1 juta. Mesin giling itulah yang digunakan Bagus untuk menggiling jenazah Dini dan anaknya di rumah Bagus di Jalan Kunir.

ADVERTISEMENT

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jatim Kombes Pol Roy HM Sihombing dalam konferensi pers hari ini juga menjelaskan tentang mesin penggiling atau mesin pencacah tersebut. Roy menjelaskan bahwa mesin penggiling itu dibeli oleh tersangka secara daring melalui transaksi cash on delivery (COD).

Mesin pencacah atau penggiling yang dibeli Dwi Bagus diduga setelah membunuh Dini dan anaknya dengan cara COD.Dwi Bagus saat mencoba mesin pencacah atau penggiling yang dibeli COD dari toko online usai membunuh Dini dan anaknya. (Foto: tangkapan layar video viral)

Alat tersebut dibeli setelah pembunuhan ketika tersangka berupaya menghilangkan barang bukti.

"Mesinnya COD. Dibeli online," kata Roy.

Setelah melakukan pembunuhan dan melakukan upaya penghilangan barang bukti selama 2 hari, Bagus kabur ke kawasan Jombang di rumah kerabatnya. Di lokasi itulah polisi berhasil mengamankan Bagus usai melakukan serangkaian penyelidikan ke orang-orang terdekat tersangka.

Rangkaian peristiwa pembunuhan sadis dan keji ini bermula pada 19 September 2026. Saat itu Dini Hardiyanti bersama anaknya menginap di sebuah hotel di Kota Madiun untuk merayakan ulang tahun sang buah hati bersama Bagus selaku ayah sekaligus suami tiri.

Namun, di hari yang sama, istri sah Bagus juga meminta dijemput sehingga tersangka itu membuat alasan bahwa mobilnya rusak sehingga harus dibawa ke bengkel. Hal inilah yang kemudian memicu rasa kecemburuan korban yang merasa ditinggal di kamar hotel.

Ketegangan itu berlanjut hingga terjadi pertengkaran hebat pada 20 September 2026 yang berujung aksi pembunuhan sadis. Pelaku mengeksekusi Dini terlebih dahulu dengan cara mencekik korban di dalam kamar hotel.

Setelah membawa jasad Dini menggunakan sleeping bag ke dalam mobil, pelaku kemudian membunuh anak korban yang berusia 4 tahun dengan cara mencekiknya di dalam kendaraan tersebut.

Selanjutnya, gergaji mesin, penggilingan, tungku pembakaran, dan sejumlah barang bukti lain yang disita menjadi saksi kejahatan keji upaya penghilangan jenazah Dini dan anaknya di rumah Bagus di Jalan Kunir. Abu atau potongan jenazah itu lantas dikemas dalam karung sebelum dibuang pelaku ke aliran sungai.



(auh/dpe)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads