Dini yang Dibunuh Sadis Suami Siri Pernah Minta Kejelasan Status Nikah

Aprilia Devi - detikJatim
Selasa, 27 Okt 2026 09:31 WIB
Dwi Bagus, suami siri yang bunuh Dini dan anaknya saat sampai di Polda Jatim (Foto: Aprilia Devi/detikJatim)
Surabaya -

Sebelum tewas dalam kasus dugaan pembunuhan yang menyeret suami sirinya, Dwi Bagus (40), Dini Hardiyanti (30) disebut pernah berharap hubungan mereka mendapat kejelasan status pernikahan. Meski telah menikah siri dan menjalin hubungan selama sekitar tiga tahun, Dini mengetahui Dwi Bagus masih memiliki istri sah.

Pengacara keluarga korban, Ikbal Sermaf mengatakan, Dini berharap pernikahan siri mereka bisa disahkan secara negara.

"Keinginannya seperti itu, untuk bagaimana dari pernikahan siri ini mereka bisa juga melakukan pernikahan secara sah secara negara," katanya kepada awak media di Mapolda Jatim, Selasa (27/10/2026).

Ikbal mengungkapkan, hubungan Dini dan Dwi Bagus telah diketahui keluarga korban. Bahkan, Dwi Bagus disebut pernah tinggal di rumah keluarga Dini di Bogor, setelah keduanya menikah siri di Samarinda.

"Jadi korban dan pelaku ini sebenarnya sudah menjalin hubungan tiga tahun yang lalu ya. Dan setelah hubungan tiga tahun yang lalu itu dan mereka juga sempat menikah siri di Kota Samarinda," kata Ikbal.

Setelah menikah siri, Dwi Bagus mengajak Dini pindah ke Jawa Timur, tepatnya ke wilayah Ponorogo. Keduanya kemudian tinggal di sebuah kos atau homestay selama sekitar empat bulan.

Menurut Ikbal, berdasarkan keterangan keluarga, hubungan Dini dan Dwi Bagus sempat terlihat berjalan seperti pasangan pada umumnya. Keluarga tidak mengetahui adanya pertengkaran besar maupun dugaan kekerasan dalam rumah tangga selama hubungan mereka.

"Kalau kita melihat pada dasar indikator bahwa kita mengklasifikasi sebenarnya aman-aman saja sebenarnya, ya kan. Sebenarnya masih aman saja, berjalan dengan baik," tuturnya.

Meski telah menjalin hubungan selama tiga tahun, Ikbal menyebut Dini tidak memiliki kedekatan dengan keluarga Dwi Bagus. Ia juga menilai kecemburuan saja belum cukup menjelaskan dugaan pembunuhan yang menimpa Dini dan anaknya, Arshaka Ghafa El Faezya (4).

"Kalau motivasi dia melakukan ini kan saya harus bisa melihat pada dasarnya memang kalau dasar cocok-cocok itu kan dasar yang umum, tapi kan kami belum menemukan terkait dengan orkestrasi sampai terjadi hal-hal pembunuhan yang cukup sadis dan kejam seperti ini," pungkasnya.

Sebelumnya, Dini dan anaknya dilaporkan hilang sejak 20 September 2026. Kasus tersebut menjadi perhatian publik setelah informasi kehilangan keduanya beredar di media sosial. Keluarga mencurigai sejumlah kejanggalan, termasuk keterangan Dwi Bagus yang disebut berubah-ubah mengenai lokasi pertengkaran dengan Dini.

Keluarga juga menerima pesan yang mengatasnamakan Dini dan menyebut korban pergi ke Medan. Namun, mereka mencurigai pesan tersebut bukan dikirim langsung oleh Dini. Keluarga kemudian melaporkan hilangnya ibu dan anak itu ke Polres Madiun Kota pada 5 Oktober 2026.

Polisi yang menyelidiki laporan tersebut menemukan sejumlah kejanggalan hingga mengarah kepada Dwi Bagus. Sebelum menangkap tersangka di rumah temannya di Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang, pada Minggu (25/10/2026) malam, polisi lebih dahulu mengamankan adik ipar dan istri sahnya di Surabaya untuk dimintai keterangan.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jatim Kombes Roy H M Sihombing mengungkapkan Dwi Bagus diduga membunuh Dini terlebih dahulu di sebuah kamar hotel di Madiun, kemudian membunuh anaknya. Tersangka juga diduga berupaya menghilangkan jejak dengan membakar jasad kedua korban, memasukkannya ke mesin penggiling daging, lalu membakarnya kembali. Polisi masih mendalami kasus tersebut.



Simak Video "Video: Komplotan Pembobol Rumah Kosong Dibekuk Polda Jatim, Beraksi di 16 TKP"

(abq/hil)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork