Luar Biasa Sadisnya Dwi Bagus Bunuh Lalu Giling Jasad Dini dan Anaknya

Round Up

Luar Biasa Sadisnya Dwi Bagus Bunuh Lalu Giling Jasad Dini dan Anaknya

Amir Baihaqi - detikJatim
Selasa, 27 Okt 2026 06:00 WIB
Dwi Bagus, suami siri yang bunuh Dini dan anaknya saat sampai di Polda Jatim
Dwi Bagus, suami siri yang bunuh Dini dan anaknya saat tiba di Polda Jatim setelah ditangkap di Jombang (Foto: Aprilia Devi/detikJatim)
Surabaya -

Dwi Bagus terduga pelaku pembunuhan keji Dini Hardiyanti (30) dan anaknya, Arshaka Ghafa El Faezya (4) yang dilaporkan hilang akhirnya tertangkap. Polisi membeberkan bagaimana pembunuhan luar biasa sadisnya itu dilakukan Bagus.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jatim Kombes Roy H M Sihombing mengatakan Bagus ditangkap pada Minggu (26/10) sekitar pukul 14.00 WIB di Jombang.

Bagus diketahui bersembunyi di rumah temannya itu selama 15 hari. Saat ditangkap Bagus tengah tidur nyenyak. Penangkapan tersebut merupakan hasil penyelidikan atas laporan hilangnya ibu dan anak yang berasal dari Bogor itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Roy juga membenarkan bahwa dari hasil pemeriksaan, Bagus merupakan suami siri Dini. Sedangkan motifnya, diduga karena dipicu cekcok Bagus dan Dini karena rasa cemburu dan berujung pembunuhan.

"Motifnya kemungkinan masalah dendam ya, emosi. Emosi karena memang peristiwa yang melatarbelakangi bahwa pada saat itu si suami ini juga kan punya istri sah. Nah, ada komunikasi dengan istri sah. Kemudian yang perempuannya merasa cemburu," ungkap Roy Roy Selasa (27/10/2026).

ADVERTISEMENT

Menurut Roy, Bagus awalnya diduga membunuh Dini lebih dahulu dengan cara dicekik di dalam kamar salah satu hotel di Madiun. "Kemudian setelah itu dia melakukan lagi terhadap anaknya (di dalam mobil)," ujar Roy.

Setelah membunuh Dini dan anaknya, Bagus kemudian diduga berupaya menghilangkan jejak. Caranya diduga dengan memutilasi dan membakar jasad Dini dan anaknya di belakang pekarangan rumahnya di Kota Madiun.

"Kemudian setelah dibakar dimasukkan ke dalam penggilingan daging ya. Kemudian setelah itu dibakar lagi dan baru rencananya dibuang ke laut," beber Roy.

Karena hancur dibakar dan digiling, polisi kini mencari sisa-sisa potongan tulang jasad Dini dan anaknya. Sejumlah barang bukti juga disita dari TKP yakni dua buah mobil Mitsubishi Pajero dan Suzuki Karimun serta sebuah sepeda motor yang diduga berkaitan dengan kasus itu.

Rumah Dwi Bagus, TKP dugaan pembunuhan Dini dan anaknya oleh Dwi yang merupakan suami siri Dini di Kota Madiun.Rumah Dwi Bagus, TKP dugaan pembunuhan Dini dan anaknya oleh Dwi Bagus di Kota Madiun. (Foto: Sugeng Harianto/detikJatim)

"Sementara beberapa barang bukti sudah kita bisa amankan. Nah, tinggal kita melakukan mencari potongan-potongan tulang yang mungkin masih ada di seputaran TKP," ujarnya.

Setelah ditangkap di Jombang, Bagus langsung diangkut ke Gedung Direktorat Reserse Umum Polda Jatim, Surabaya. Tampak Bagus mengenakan kaus biru laut dan celana pendek. Dengan tangan terborgol ke belakang, wajahnya terus menunduk saat dikeler keluar tim Jatanras dari mobil yang membawanya.

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Arbaridi Jumhur mengatakan setelah ditangkap, Bagus langsung ditetapkan tersangka. Pihaknya kini tengah memeriksanya untuk mendalami rangkaian pembunuhan yang disebutnya sebagai luar biasa sadisnya itu.

"Hari ini kita interogasi sebentar, kita kembangkan pengakuan-pengakuan tersangka terkait persembunyiannya, terkait eksekusinya, terkait pembuangannya. Karena ini luar biasa, rekan-rekan. Pembunuhannya itu berantai," tegas Jumhur.

"Seperti sudah disampaikan bapak Direktur (Direktur Reserse Kriminal Khusus) yaitu dengan cara membakar dan memotong atau menggiling bagian-bagian (jenazah)," lanjut Jumhur.

Jumhur mengungkapkan bahwa Bagus ternyata sempat pura-pura ikut melaporkan Dini dan anaknya hilang ke kantor polisi. Bagus saat itu datang bersama keluarga korban untuk membuat laporan yang hilang sejak tanggal 20 September.

Penampakan tungku yang diduga digunakan Dwi Bagus untuk bakar Dini dan anaknya di MadiunPenampakan tungku yang diduga digunakan Dwi Bagus untuk bakar Dini dan anaknya di Madiun (Foto: Sugeng Harianto/detikJatim)

Namun Polda Jatim yang melakukan penyelidikan menemukan sejumlah kejanggalan hingga kasus tersebut terungkap sebagai pembunuhan. "Jadi pelaku (Bagus) dan keluarga korban yang ada di Bogor datang ke Madiun melapor ya mengantar ke Polres Madiun Kota melapor kehilangan. Jadi selama satu bulan ya itu memang tadinya dipercayai bahwa hilang," beber Jumhur.

Terpisah, pengacara keluarga korban, Ikbal Sermaf mengatakan pihaknya meminta penyidik mendalami kasus tersebut secara menyeluruh. Keluarga juga berharap agar Bagus dihukum maksimal yakni hukuman mati atas perbuatannya.

"Ini pembunuhan yang paling sadis sekali, sehingga keluarga untuk menuntut bahwa ancaman hukuman mati, menerapkan hukuman mati dan pasal yang memang sangat kompetensi terhadap kasus peristiwa pembunuhan ini karena menyangkut nyawa yaitu ibu dan anak berumur 4 tahun," kata Ikbal.

Menurut Ikbal, saat ini penyidik Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim juga telah memanggil ibu dan adik kandung Dini. Tujuannya untuk mendalami rangkaian pembunuhan tersebut.

Ia juga menegaskan motif kecemburuan yang mencuat dinilai belum cukup menjelaskan bagaimana tersangka bisa melakukan pembunuhan begitu kejam.

"Kalau motivasi dia melakukan ini kan saya harus bisa melihat pada dasarnya memang kalau dasar cocok-cocok itu kan dasar yang umum, tapi kan kami belum menemukan terkait dengan orkestrasi sampai terjadi hal-hal pembunuhan yang cukup sadis dan kejam seperti ini," ujarnya.

Momen terakhir Dini dan anaknya dijemput Dwi Bagus sebelum dilaporkan hilang karena diduga dibunuhMomen terakhir Dini dan anaknya dijemput Dwi Bagus sebelum dilaporkan hilang karena diduga dibunuh (Foto: Dok. Istimewa)

Ikbal juga menyoroti kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam pembunuhan tersebut. Meski adanya pelaku lain masih dalam dugaannya dan belum dapat dipastikan.

"Sementara ini memang hasil pendalaman saya dan bukti-bukti novum yang masih saya lakukan ini masih tanda petik saya masih menduga, sehingga memang masih main tunggalnya gitu," katanya.

Menurut Ikbal, Bagus diketahui merupakan suami siri Dini. Keduanya telah menikah menjalin hubungan sekitar tiga tahun dan sempat menikah siri di Samarinda.

Setelah menikah siri, Bagus mengajak Dini pindah ke Jawa Timur, tepatnya ke wilayah Ponorogo. Keduanya kemudian tinggal di sebuah kos atau homestay selama sekitar empat bulan.

"Jadi korban dan pelaku ini sebenarnya sudah menjalin hubungan 3 tahun yang lalu ya. Dan setelah hubungan 3 tahun yang lalu itu dan mereka juga sempat menikah siri di Kota Samarinda," kata Ikbal.



(hil/abq)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads