Asmara 3 Tahun Anak Lurah Berujung Tragis di Toko Bangunan Gresik

Asmara 3 Tahun Anak Lurah Berujung Tragis di Toko Bangunan Gresik

Jemmi Purwodianto - detikJatim
Minggu, 04 Okt 2026 11:20 WIB
Polisi olah TKP wanita bacok tunangan di Gresik hingga tewas
Polisi olah TKP wanita bacok tunangan di Gresik hingga tewas/Foto: Jemmi Purwodianto/detikJatim
Gresik -

Kisah asmara IR (22) dengan anak Lurah Sumberejo, Surabaya, MF (23) selama tiga tahun berakhir tragis. Keduanya yang berencana menikah tahun 2027, berakhir mengenaskan di dalam Toko Bangunan Jalan Beji PDAM, Randupadangan, Gresik.

Kedua sejoli itu menjalin hubungan sejak tahun 2023. Hubungan mereka berlanjut dan pada tahun 2024, IR mengaku dilamar oleh MF di hadapan orang tuanya.

"Pacaran tahun 2023. Terus tunangan tahun 2024, rencananya tahun depan (2027) menikah," kata IR lirih, kepada detikJatim, Minggu (4/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

IR menambahkan, lamaran tersebut tidak digelar secara ramai-ramai. Pada saat itu MF mendatangi keluarga IR untuk melamarnya.

ADVERTISEMENT

"Tahun 2024 itu, dia datang membawa cincin dan melamar saya di depan orang tua saya," tambahnya.

IR mengatakan, dirinya dan MF sebenarnya memiliki rencana untuk melangsungkan pernikahan pada 2027. Namun, rencana tersebut pupus usai setelah IR membunuh MF di toko bangunan di Jalan Beji PDAM, Desa Randupadangan, Kecamatan Menganti.

Sebelum kejadian, IR mengaku mengetahui adanya dugaan perselingkuhan yang dilakukan MF. Dia menyebut menemukan sejumlah bukti berupa percakapan, foto, dan video.

"Saya kesal pak, saya sering diselingkuhi. Padahal semua sudah saya berikan pak," pungkasnya.

Sementara itu, keluarga korban menampik bahwa keduanya sudah bertunangan.

"Ini ponakan saya mas. Pacaran iya, kalau tunangan belum, ini kan satu desa beda RT. Ponakan saya kan anak Lurah Sumberejo, Surabaya," kata Paman korban yang tak mau menyebutkan namanya, Sabtu (3/10/2026).

Sebelumnya, seorang wanita berinisial IR (22) diduga membacok kekasihnya, MF (23), hingga tewas. Peristiwa tersebut terjadi di sebuah Toko Bangunan Jalan Beji PDAM, Desa Randupadangan, Kecamatan Menganti, Gresik.

Usai membunuh korban, pelaku kemudian menelepon 110 untuk menyerahkan diri ke polisi. Laporan tersebut diterima polisi sekitar pukul 08.30 WIB.

Pantauan detikJatim, anggota Inafis Satreskrim Polres Gresik mendatangi lokasi pembunuhan sekitar pukul 10.30 WIB. Setelah melakukan sejumlah pemeriksaan dan penyelidikan polisi menyegel Toko Bangunan bernama Al Inayah 3.

Polisi juga mengambil rekaman CCTV yang berada di depan toko bangunan tersebut. Setelah itu polisi meninggalkan lokasi sekitar pukul 11.40 WIB.

Tampak di lokasi keluarga korban berdatangan untuk melihat kondisi korban.



(irb/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads