Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Bondowoso beberapa kurun waktu terakhir ini terus meningkat. Pemerintah daerah setempat pun memberi perhatian secara khusus. Salah satunya dengan melakukan asesmen dan pendampingan psikologis terhadap para korban rudapaksa.
"Kami sudah mendatangi para korban," kata Kabid Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan dan Anak (P3A) Dinsos Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (P3AKB) Bondowoso, Hafidhatullaily, Jumat (18/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihaknya mengaku siap jika para korban tersebut membutuhkan pendampingan kejiwaan. Karena para korban biasanya mengalami trauma psikis.
"Termasuk kalau memerlukan psikiater. Bahkan kalau memerlukan bimbingan dan konseling," tegasnya.
Dia memaparkan bahwa bidang yang ditangani bukan hanya kasus kekerasan seksual tapi juga kasus perempuan yang mungkin mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
"Bukan cuma pada anak. Tapi juga para perempuan yang mungkin memerlukan bimbingan maupun konseling," pungkas Hafidhatullaily.
Seperti diketahui, beberapa hari terakhir kekerasan seksual makin marak di Bondowoso. Mulai dari kekerasan seksual di lingkungan keluarga maupun penyandang disabilitas.
Sejumlah kasus itu saat ini tengah ditangani oleh pihak kepolisian setempat. Seperti kekerasan seksual terhadap yang mengalami disabilitas, ayah perkosa anak tiri, hingga paman perkosa keponakan.
