KM Virgo Transport Terjang Cuaca Buruk, Ini Penjelasan KSOP Tanjung Perak

KM Virgo Transport Terjang Cuaca Buruk, Ini Penjelasan KSOP Tanjung Perak

Praditya Fauzi Rahman - detikJatim
Senin, 14 Sep 2026 13:15 WIB
Kepala KSOP Tanjung Perak Surabaya Agustinus Maun.
Kepala KSOP Tanjung Perak Surabaya Agustinus Maun. (Foto: Praditya Fauzi Rahman/detikJatim)
Surabaya -

KM Virgo Transport 8 diterjang ombak tinggi hingga miring (listing) sebelum terbalik dan tenggelam di Laut Jawa. Bagaimana bisa kapal jenis RoRo mengangkut 243 orang itu berlayar menerjang cuaca buruk seperti itu? Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjung Perak, Surabaya angkat bicara.

Seperti diketahui KM Virgo Transport 8 yang berada di bawah PT Virgo Karya Shipping (VKS) berangkat dari Surabaya menuju Banjarmasin pada Sabtu (12/9). Dalam perjalanan melintasi Laut Jawa, kapal itu dilaporkan menghadapi kondisi cuaca buruk.

Sekitar pukul 02.00 waktu setempat pada Minggu (13/9), kapal mengalami kemiringan atau listing. Komunikasi dengan kapal pun terputus. Kantor SAR Banjarmasin menerima laporan insiden ini pukul 04.10 Wita dan mengerahkan KN SAR Laksmana 241 untuk pencarian dan pertolongan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kapal Virgo membawa total 243 orang terdiri dari 30 kru, 27 mitra kerja kapal, 59 penumpang dewasa, 1 anak-anak, serta 126 sopir dan kernet beserta 89 unit kendaraan. Saat ini masih ada 129 penumpang maupun kru kapal yang dicari, sedangkan 6 dari 108 korban yang telah dievakuasi dinyatakan meninggal.

Boleh tidaknya sebuah kapal berlayar merupakan wewenang dari KSOP. Mengenai kejadian Virgo Transport yang berlayar menerjang cuaca buruk tersebut, Kepala KSOP Tanjung Perak Agustinus Maun memberikan penjelasan.

ADVERTISEMENT

"Yang kami terima dari prakiraan cuaca pada tanggal itu tidak ada masalah dan ketinggian (gelombang) pada tanggal itu paling tinggi 2 meter. Kapal dengan bobot tonase 8500 itu masih bisa melewati situasi seperti itu," ujarnya.

Maun mengaku setelah terjadinya insiden ini dirinya sudah berkoordinasi dan bertemu dengan Kepala BMKG Tanjung Perak. Dia tegaskan lagi bahwa pada tanggal 12 September itu tidak ada peringatan cuaca buruk untuk pelayaran dari BMKG.

"Saya sudah berkoordinasi dengan pihak BMKG, jadi sebenarnya tanggal 12 itu tidak ada informasi peringatan cuaca. Informasi peringatan cuaca yang kami terima di daerah Laut Jawa ini pada ketinggian satu setengah sampai 2 meter, artinyak kapal masih bisa melewati situasi seperti itu," ujarnya.

Sayangnya, Maun tidak menyebutkan berapa batasan ketinggian gelombang hingga kapal tidak diizinkan untuk melaut. Dia seolah-olah mengesankan bahwa pertimbangan utama atau standar penentuan boleh tidaknya berlayar itu justru dari peringatan BMKG.

"Jadi nanti ada informasi dari BMKG bahwa peringatan itu tidak diizinkan untuk pelayaran, baru kami hentikan dan hari itu apabila ada peringatan dini maka kami tidak akan izinkan kapal itu untuk berlayar," katanya.

Sebelumnya, KM Virgo Transport 8 sempat melaporkan cuaca buruk pada Minggu dini hari pukul 02.00 Wita. Kemudian pukul 04.10 Wita tim General Manager PT Virgo melaporkan hal itu kepada Basarnas.

Kejadian itu dilaporkan ke Kantor SAR Banjarmasin untuk mendapatkan bantuan pencarian dan pertolongan. Kantor SAR Banjarmasin memberangkatkan 1 tim menuju Dermaga SAR Basirih pada pukul 04.30 Wita.

"Dilaporkan info awal operasi SAR kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 hilang kontak di Laut Jawa, Provinsi Kalimantan Selatan," jelas Kabasarnas Marsdya TNI Mohammad Syafii kepada wartawan seperti dilansir dari detikNews.

Saat itu posisi terakhir kapal diketahui berada di perairan Laut Jawa dengan jarak sekitar 80 mil laut dari Dermaga SAR Basirih, Banjarmasin. Titik koordinat Kapal Virgo hilang koordinat berada di 4°31'51.82"S 114° 2'6.88"E Heading 203.94°, atau jarak tempuh sekitar 80 nautical mile dari Dermaga SAR Basirih Banjarmasin.

Tim selanjutnya melanjutkan perjalanan menuju lokasi perkiraan posisi terakhir menggunakan KN SAR Laksmana 241, dengan waktu tempuh sekitar 5 jam.

Dalam proses penyelamatan, sejumlah kapal di sekitar lokasi turut membantu evakuasi, di antaranya KM Hai Da, MT Mauhaw, dan TB TCP. Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Banjarmasin juga mengerahkan Kapal Negara Kenavigasian KN Kunyit untuk membantu proses evakuasi.

Kapal Virgo Transport 8 kemudian ditemukan di Laut Jawa dalam kondisi terbalik dan nyaris tenggelam. Dari video yang diterima detikcom, tampak petugas melakukan patroli udara untuk melihat kondisi Kapal Virgo dari atas. Kapal Virgo itu sudah dalam kondisi terbalik dan nyaris tenggelam di tengah laut.

Deputi Bidang Operasi Pencarian dan Pertolongan dan Kesiapsiagaan (Basarnas), Brigjen TNI Edy Prakoso mengatakan hingga saat ini penyebab kecelakaan masih diinvestigasi. Kapal diduga mengalami kemiringan 2-3 derajat usai dihantam ombak di sekitar perairan Masalembo, Laut Jawa.

"Kapten langsung mengubah arah dan menghadap arah berlawanan untuk menghindari hantaman ombak tersebut, namun ada ombak lagi yang mengakibatkan kapal ini lebih miring. Ini prosesnya cepat sekali, kurang lebih hampir 10-15 menit kapal itu langsung miring," ucapnya, dikutip dari 20detik.



(auh/dpe)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads