Kata Polisi Usai Valhalla Bantah Diskoteknya Digerebek Terkait Ekstasi

Kata Polisi Usai Valhalla Bantah Diskoteknya Digerebek Terkait Ekstasi

Praditya Fauzi Rahman - detikJatim
Sabtu, 12 Sep 2026 19:30 WIB
Kasat Resnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Adik Agus Putrawan
Kasat Resnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Adik Agus Putrawan (Foto: Dok. Istimewa)
Surabaya -

Sat Narkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya akhirnya buka suara soal bantahan Manajemen Diskotek Valhalla Spectaclub yang menepis penggerebekan terkait peredaran pil ekstasi. Dalam oeprasi itu 5 orang ditangkap.

Dalam bantahannya, Manajemen menyebut penggerebekan dan penangkapan tersebut bukan di dalam diskotek, melainkan di luar area operasional. Bantahan ini sekaligus menepis klaim polisi sebelumnya yang menyebut penggerebekan dan penangkapan pengedar ekstasi di dalam diskotek.

Kasatres Narkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya AKP Adik Agus Putrawan membenarkan bantahan Manajemen Diskotek Valhalla Spectaclub. Ia memberikan klarifikasi bahwa kelima pengedar ekstasi ditangkap di luar area diskotek.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Lima orang diamankan di luar Valhalla, penangkapan tidak ada perlawanan," kata Putrawan kepada detikJatim, Sabtu (12/9/2026).

Putrawan menambahkan kelima orang yang ditangkap terdiri dari karyawan dan mantan karyawan Diskotek Valhalla. "Ada yang masih aktif kerja di Valhala, ada yang sudah keluar kerja," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Putrawan menegaskan pihaknya kini masih mendalami kasus peredaran ekstasi tersebut. Sebab pihaknya kini masih memburu pelaku lain yang terlibat peredaran ekstasi.

"Masih pengembangan perkara. Serangkaian ungkap perkara ini masih berjalan dan pengembangan," tutup eks Kanit Reskrim Polsek Waru itu.

Ia juga membantah soal intervensi penanganan kasus narkoba yang menyasar mantan karyawan dan karyawan Diskotek Valhalla. Pihak manajemen Valhalla sendiri mengaku telah memecat karyawannya yang diduga terlibat peredarana narkoba khususnya ekstasi.

Sebelumnya, Diskotek Valhalla di Jalan Kombes Pol M. Duryat, Surabaya digerebek polisi, Sabtu (5/9). Lima orang yang diduga terlibat peredaran pil ekstasi turut diamankan beserta barang bukti.

Lima orang yang diamankan terdiri atas seorang pria berinisial DN, seorang penyedia jasa pemandu lagu (mami) berinisial A alias TH, dua orang pemandu lagu berinisial AN dan S, serta seorang staf server berinisial T.

Kasat Resnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP Adik Agus Putrawan, membenarkan adanya penindakan tersebut. Pihaknya bergerak setelah menemukan indikasi adanya pengunjung diskotek yang mengonsumsi ekstasi di lokasi kejadian.

"Benar, lima orang kami amankan di Diskotek Valhalla. Saat ini kasusnya masih kami dalami," ujar Agus.

Namun klaim polisi itu kemudian dibantah oleh Manajemen Diskotek Valhalla Spectaclub. Manajemen menegaskan tidak ada tindakan penggeledahan maupun penangkapan oleh aparat kepolisian di dalam area operasional tempat hiburan malam di Surabaya itu.

Bantahan itu disampaikan Manajer Valhalla Spectaclub, Angga Kasianto dalam keterangan tertulis kepada detikJatim. Menurutnya, narasi penggerebekan di dalam diskotek yang berlokasi di Jalan Kombes Pol M. Duryat, Surabaya itu tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan.

Angga meluruskan bahwa kelima oknum yang diamankan pihak kepolisian tersebut sebenarnya ditangkap di luar area operasional Valhalla, yakni di kediaman masing-masing saat sedang libur atau izin. Tindakan para oknum itu sepenuhnya merupakan tanggung jawab pribadi dan tidak terkait dengan diskotek.

"Fakta hukum yang sebenarnya adalah kelima oknum (termasuk karyawan kami yang berinisial DN, TH, AN, S, dan T) diamankan oleh pihak kepolisian di luar area operasional Valhalla (di tempat/kediaman lain). Selain itu, pada saat ditangkap, oknum-oknum tersebut sedang dalam keadaan libur atau izin off," lanjutnya.

"Sebagai bentuk tindakan tegas perusahaan, oknum karyawan yang terbukti melanggar pakta integritas dan terlibat kasus hukum terkait narkotika tersebut telah langsung kami jatuhi sanksi pemecatan dengan tidak hormat. Kami mendukung penuh aparat penegak hukum memberantas narkoba di Surabaya," ujarnya.



(ihc/abq)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads