Suasana duka mendalam menyelimuti kediaman pasangan Toni Eko Prasetyo dan Retno Setio Rini di Desa Jonggrang, Kecamatan Barat, Magetan. Para pelayat dari kalangan ASN Pemkab Madiun hingga jajaran personel Lanud Iswahjudi Magetan tampak datang silih berganti.
Terlihat karangan bunga ucapan duka cita pun berderet-deret memenuhi area halaman rumah duka menantikan kedatangan jenazah almarhum Serda Ahmad Muzammul Farisa, prajurit TNI AU yang diduga meninggal secara tidak wajar.
Kedatangan jasad prajurit muda yang baru mengabdi sekitar setahun itu sempat tertahan cukup lama karena harus menjalani prosedur autopsi di Jakarta. Tetangga korban, Yuyun (55), mengungkapkan situasi di rumah duka saat warga dan pihak keluarga masih menunggu kepastian kepulangan jenazah almarhum.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Belum datang jenazah," ujar Yuyun (55), tetangga korban kepada detikJatim, Kamis (10/9/2026).
Yuyun menceritakan bahwa warga sekitar pada mulanya belum mengetahui pasti alasan di balik prosedur pemeriksaan medis terhadap jenazah tersebut.
"Belum tiba masih autopsi, tidak tahu kenapa," kata Yuyun.
"Belum lama kira-kira setahun," tandas Yuyun membeberkan masa dinas almarhum sebagai anggota TNI AU.
Teka-teki di balik meninggalnya Serda Ahmad Muzammul Farisa akhirnya perlahan terkuak dari pengakuan sang ayah, Toni Eko Prasetyo, yang menjabat sebagai Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Madiun.
Toni membeberkan bahwa anak pertamanya itu diduga kuat menjadi korban tindakan penganiayaan berat yang melibatkan 4 orang seniornya di asrama pada Kamis dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.
"Luka di wajah bagian dagu dan bagian dada infonya," jelas Toni kepada detikJatim, Kamis (10/9/2026).
Toni menceritakan, kabar duka yang ia terima pada subuh hari sempat diwarnai simpang siur informasi dari rekan-rekan almarhum. Pihak keluarga mulanya mendapat laporan bahwa anaknya mengembuskan napas terakhir karena kecelakaan sebelum akhirnya rekan korban yang lain membocorkan kejadian yang sebenarnya.
"Saya dapat info saat sudah meninggal pukul 03.00 WIB tadi pagi. Saya di hubungi oleh temannya almarhum pukul 04.00 WIB," papar Toni. "Pukul 04.00 WIB saya di hubungi bahwa anak saya meninggal dunia karena kecelakaan. Tapi ada teman lainnya menginfokan jika tidak kecelakaan, tapi dianiaya senior," tandas Toni.
Hingga Kamis malam menjelang tengah malam, suasana rumah duka di Desa Jonggrang masih dipadati warga serta puluhan anggota TNI AU Lanud Iswahjudi Magetan yang bersiap menyambut kedatangan jenazah almarhum.
