Ortu Ungkap Penyebab Kematian Serda Ahmad yang Tak Wajar

Ortu Ungkap Penyebab Kematian Serda Ahmad yang Tak Wajar

auh - detikJatim
Kamis, 10 Sep 2026 22:48 WIB
Toni Eko Prasetyo, ayah Almarhum Serda Ahmad.
Toni Eko Prasetyo, ayah Almarhum Serda Ahmad. (Foto: Sugeng Harianto/detikJatim)
Magetan -

Prajurit TNI AU, Serda Ahmad Muzammul Farisa diduga meninggal secata tak Wajar. Pihak orang tua almarhum membeberkan kondisi jenazah anak pertamanya yang mendapatkan kiriman file foto.

Kepada detikJatim Toni Eko Prasetyo ayah almarhum mengaku kondisi jenazah almarhum mengalami luka lebam di wajah bagian dagu. Selain luka memar dagu, lanjut Toni, anak pertamanya itu juga mengalami luka di bagian dada.

"Luka di wajah bagian dagu dan bagian dada infonya," jelas Toni kepada detikJatim, Kamis (10/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Toni, almarhum Serda Ahmad diduga meninggal akibat jadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh seniornya. Penganiayaan dilakukan oleh senior berjumlah 4 orang saat di asrama pada Kamis pagi sekitar pukul 03.00 WIB.

Serda Ahmad.Serda Ahmad yang diduga meninggal tidak wajar. Foto: Istimewa)

"Saya dapat info saat sudah meninggal pukul 03.00 WIB tadi pagi. Saya di hubungi oleh temannya almarhum pukul 04.00 WIB," papar Toni.

ADVERTISEMENT

Tomi menambahkan bahwa teman korban saat itu mengabarkan bahwa anaknya meninggal karena kecelakaan. Namun di sisi lain rekan korban lainnya menyebut jika yang bersangkutan jadi korban penganiayaan.

"Pukul 04.00 WIB saya di hubungi bahwa ansk saya meninggal dunia karena kecelakaan. Tapi ada tenan lainnya menginfokan jika tidak kecelakaan tapi di aniaya senior," tandas Toni.

Pantauan detikJatim hingga pukul 22.00 WIB, suasana duka masih menyelimuti kediaman pasangan Toni Eko Prasetyo dan Retno Setio Rini. Puluhan warga masih memadati rumah duka di Desa Jonggrang Kecamatan Barat Magetan.

Puluhan anggota TNI AU Lanud Iswahjudi Magetan masih siaga untuk menyambut kedatangan jenazah. Diperkirakan jenazah riba di rumah duku sekitat pukul 00.00 WIB nanti.



(dpe/Sugeng Harianto)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads