Ayah Kandung di Sumenep Ternyata Cabuli Anak Berkali-kali Sejak 2021

Ayah Kandung di Sumenep Ternyata Cabuli Anak Berkali-kali Sejak 2021

Ahmad Rahman - detikJatim
Senin, 31 Agu 2026 15:00 WIB
Ilustrasi Pencabulan Anak. Andhika Akbarayansyah/detikcom.
Ilustrasi Pencabulan Anak (Foto: Andhika Akbarayansyah)
Sumenep -

Kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur di Kabupaten Sumenep terungkap. Korban dicabuli ayah kandungnya, AS (41), sejak 2021.

Kasatreskrim Polresta Sumenep Kompol Bambang Tri Sutrisno mengatakan, aksi tersebut telah dilakukan tersangka berulang kali terhadap korban. Kasus itu baru terungkap setelah korban memberanikan diri meminta perlindungan kepada orang yang dipercayainya.

"Tersangka ini sangat kejam. Karena dia melakukan kekerasan seksual pada anak kandungnya ini sejak tahun 2021," katanya, Senin (31/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bambang mengatakan, korban selama ini tidak berani menceritakan peristiwa yang dialaminya. Korban disebut mendapat ancaman dari tersangka.

"Karena, kan, diancam," tambah Kompol Bambang.

ADVERTISEMENT

Terakhir kali melancarkan aksi bejatnya, tersangka AS menggunakan borgol dan rantai untuk memaksa korban.

"Korban disetubuhi dengan cara tangannya sempat diborgol dan dirantai oleh tersangka karena korban menolak," paparnya.

Sebelumnya, kasus ini terungkap setelah korban memberanikan diri meminta perlindungan kepada seseorang yang dipercayainya. Dari cerita korban, terungkap perbuatan bejat tersebut telah dialaminya lebih dari sekali.

Kasus tersebut kemudian dilaporkan kepada Polresta Sumenep dan diterima dengan nomor laporan LP/B/288/VIII/2026/SPKT/POLRESTA SUMENEP/POLDA JAWA TIMUR.

Setelah mendapat laporan, polisi langsung bertindak cepat, dan melakukan penangkapan dan pemeriksaan terhadap tersangka.

"Setelah kami mendapatkan alat bukti yang cukup, kami langsung melakukan penahanan terhadap tersangka," kata Bambang.



(auh/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads