Polisi Dalami Manifes KMP Mutiara Sentosa, KSOP Tanjung Perak Diperiksa

Polisi Dalami Manifes KMP Mutiara Sentosa, KSOP Tanjung Perak Diperiksa

Praditya Fauzi Rahman - detikJatim
Kamis, 27 Agu 2026 14:00 WIB
Penampakan kmp mutiara sentosa 2 saat terbakar
Penampakan KMP Mutiara Sentosa 2 saat terbakar/Foto: Istimewa
Surabaya -

DPR RI bersama Kemenhub, KSOP, hingga PT ALP telah melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) pascaterbakarnya KMP Mutiara Sentosa 2. Perusahaan kapal hingga KSOP dan Dirjen Hubla kompak menyatakan tak ada korban hilang dan semua data sesuai manifes.

Lantas, apakah pencarian pada korban hilang tetap berlanjut? Kendati posko SAR telah dibubarkan dan dinyatakan tak ada korban lagi, termasuk masih adanya laporan orang hilang?

Dirpolairud Polda Jatim Kombes Arman Asmara buka suara terkait hal itu. Menurut dia, RDP dengan DPR RI tak serta merta menghentikan proses penyelidikan dan pencarian yang dilakukan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tetap didalami ya, karena ini kan berhubungan dengan manifes keberadaan orang," kata Arman kepada detikJatim, Kamis (27/8/2026).

ADVERTISEMENT

Terkait pemeriksaan pada KSOP Tanjung Perak, Arman memastikan telah menjadwalkan hal itu. Ia menilai, KSOP Tanjung Perak lah yang dinilai paling bertanggungjawab di hulu sebelum KMP Mutiara Sentosa 2 berlayar.

"Bahwasanya ada pemeriksaan kepada KSOP di sini yang bertanggung jawab-penanggung jawab dari hulu terhadap orang masuk dan orang berangkat dengan tidaknya kapal ini juga harus secara jelas. Kita secara prinsip adalah fakta-fakta hukum yang kita sajikan, harapannya bisa membuat terang benderang di dalam permasalahan ini. Scientific crime investigation-nya kita bisa keluarkan," ujarnya.

Meski begitu, Arman menegaskan pihaknya masih fokus menggali keterangan para saksi hingga mengumpulkan bukti-bukti. Termasuk memeriksa dan meminta keterangan dari KSOP Tanjung Perak.

"Di sini kita masih mencari bukti-bukti materiil yang lainnya sehingga sehingga ini bisa terungkap dengan baik ya di permasalahan ini. Kita sudah memeriksa KSOP, mengambil keterangan yang sifatnya sebagai penanggung jawab ya. Sebagai penanggung jawab, masuknya kendaraan kan penanggung jawabnya salah satunya adalah KSOP ya," imbuh dia.

Arman memastikan, tetap melakukan serangkaian penyelidikan. Mengingat, data yang diperoleh dari para pihak terkait disebut kerap berubah dan tak sesuai fakta di lapangan. Termasuk hewan hingga kendaraan bermotor yang disebut ada di dalamnya namun tak terdaftar dalam manifes.

"Harapannya data dari mereka (KSOP dan PT ALP) kita bisa mencocokkan dengan manifes yang disebutkan tadi. Manifesnya apa saja, karena manifes itu bukan orang saja ya," bebernya.

"Ada juga manifes ada orang, ada kendaraan, berapa kendaraan jumlahnya. Itu harus terdata dengan baik. karena ini kan ada sering terjadi perubahan-perubahan ya data, maka harapannya dengan bukti yang ada di atas kertas pada saat perjalanan sebelum berjalannya kapal tersebut sudah bisa kita membuktikannya," tutupnya.



(auh/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads