Tim Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim berhasil membekuk seorang tersangka spesialis pembobolan brankas lintas provinsi. Pelaku asal luar Jawa Timur itu kerap mengincar gudang dan kantor tanpa penjagaan di sejumlah wilayah Jatim.
Kanit II Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, Kompol Eko Cipto Mangko membeberkan bahwa tersangka diduga kuat adalah dalang utama dari serangkaian aksi pembobolan brankas di Kabupaten Lamongan.
"Tersangka yang kami amankan adalah seorang laki-laki berinisial RA (25) dan merupakan warga yang berdomisili di Tangerang, Provinsi Banten," ujar Eko saat ditemui awak media di Gedung Ditreskrimum Polda Jatim, Senin (24/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Eko menjelaskan, RA melancarkan aksi di 2 lokasi berbeda yakni di Kecamatan Babat dan Kecamatan Kedungpring, Lamongan pada 6 Juli 2026. Bersama komplotannya yang menyasar bangunan atau gudang sepi tanpa pengawasan, pelaku berhasil menggondol ratusan juta rupiah.
Dalam aksi terakhirnya di Babat dan Kedungpring, RA menyasar brankas di gudang minyak goreng serta gudang cat. Akibat pencurian tersebut, korban menderita kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp 200 juta.
"Yang kami ketahui berdasarkan hasil rekaman CCTV berjumlah 7 orang, ya. Dia (RA) ini otaknya," imbun Eko.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, jaringan ini tidak hanya beroperasi di Jawa Timur tetapi menyasar gudang-gudang kosong yang ada di sejumlah provinsi di Pulau Jawa.
Lebih lanjut, Eko mengungkapkan bahwa RA beserta kelompoknya diketahui merupakan bagian dari sindikat kejahatan jaringan Lampung. Penangkapan RA merupakan hasil koordinasi antarpolda, di mana empat anggota komplotan lainnya telah lebih dulu ditangkap oleh jajaran Polda Jawa Barat.
Dalam menjalankan aksinya dari Banten menuju Jawa Timur, komplotan ini menggunakan mobil rental dan sengaja mengganti plat nomor kendaraan untuk mengelabuhi petugas.
"Sejauh ini hasil kerja sama dengan beberapa Polda jajaran juga, total sudah diamankan ada 5 orang. Satu (RA) kita amankan, 4 lainnya diamankan di wilayah Polda Jawa Barat, dan sisanya kita terbitkan DPO, ini jaringan Lampung. Saat beraksi RA bawa mobil rental dan dipakai untuk beraksi, posisinya dari Banten dan begitu di Jatim ganti plat W (Gresik), setelah beraksi bagi hasil lalu menyebar," pungkas Eko.
