Ayah dan Anak Diperiksa di Kasus Penagih Utang Rp 500 Ribu Dibacok

Ayah dan Anak Diperiksa di Kasus Penagih Utang Rp 500 Ribu Dibacok

M Rofiq - detikJatim
Selasa, 18 Agu 2026 12:45 WIB
Korban pembacokan di Probolinggo
Korban pembacokan di Probolinggo/Foto: Istimewa
Probolinggo -

Kasus pembacokan Supandang (40), warga Desa Jrebeng, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, terus bergulir setelah korban meninggal dunia.

Polisi kini masih memeriksa intensif dua orang yang diamankan dalam kasus tersebut, sementara keluarga korban sempat berencana menggelar demonstrasi karena mengira hanya satu pelaku yang ditangkap.

Kepala Desa Jrebeng, Ruslan mengatakan, dua orang yang kini menjalani pemeriksaan tersebut merupakan Riyadi (60) dan anaknya, Kosnadi (35), warga Desa Tunggakcerme, Kecamatan Wonomerto. Kosnadi sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka, sedangkan keterlibatan Riyadi masih didalami penyidik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Benar kalau pelakunya dua orang ini sekarang masih diperiksa intensif pihak kepolisian," kata Ruslan.

ADVERTISEMENT

Informasi awal yang diterima keluarga korban sempat menyebut hanya satu orang yang diamankan polisi. Kondisi itu kemudian memicu rencana keluarga untuk melakukan aksi demonstrasi karena mengira satu orang lainnya belum ditangkap.

"Rencana keluarga mau demo, karena keluarga mengira hanya satu pelaku yang ditangkap dan satu pelaku tidak," ungkapnya.

Namun, rencana tersebut akhirnya batal setelah anggota Polsek Wonomerto mendatangi rumah korban. Polisi memberikan penjelasan kepada keluarga mengenai proses pemeriksaan yang masih berlangsung.

"Beruntung gak jadi, karena Polsek sudah ke rumah korban, ngasih pengarahan dan penjelasan, masih proses pemeriksaan," ujar Ruslan.

Kasus tersebut bermula ketika Supandang diduga hendak menagih sisa utang Rp 500 ribu kepada terduga pelaku pada Selasa (11/8/2026). Keduanya kemudian berpapasan di Jalan Desa Tunggakcerme hingga terjadi cekcok yang berujung pada pembacokan.

Supandang mengalami luka serius di sejumlah bagian tubuh, termasuk leher dan punggung. Setelah menjalani perawatan medis, korban akhirnya meninggal dunia pada Sabtu (15/8/2026) dan dimakamkan sekitar pukul 22.00 WIB di RSUD dr Soebandi, Jember.

"Benar meninggal hari Sabtu, di rumah sakit Jember, sudah dimakamkan malam kira-kira jam 22.00 WIB," ujar Ruslan.

Polisi kini masih melakukan pemeriksaan intensif untuk mengungkap secara utuh kronologi, motif pembacokan, serta peran masing-masing pihak yang diamankan.



(auh/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads