Tantangan Carok Penagih Utang di Probolinggo Berakhir Dibacok

Round Up

Tantangan Carok Penagih Utang di Probolinggo Berakhir Dibacok

Amir Baihaqi - detikJatim
Minggu, 16 Agu 2026 07:40 WIB
Ilustrasi pembacokan, ilustrasi penebasan, ilustrasi penikaman. (AI)
Foto: Ilustrasi pembacokan (AI)
Probolinggo -

Polisi mengungkap fakta baru kasus pembacokan Supandang (40), warga Desa Jrebeng, Kecamatan Wonomerto, Probolinggo saat hendak menagih utang Rp 500 ribu. Terungkap bahwa pembacokan terjadi setelah korban lebih dulu menantang pelaku melakukan carok usai pelaku menyatakan belum sanggup melunasi sisa utang Rp500 ribu.

Kasi Humas Polres Probolinggo Kota Iptu Zainullah menyatakan bahwa polisi telah mengumpulkan keterangan tersangka dan sejumlah saksi. Menurutnya, peristiwa yang terjadi pada Selasa (11/8/2026) sekitar pukul 13.00 WIB di Jalan Desa Tunggalcerme, Kecamatan Wonomerto itu bermula saat korban tak sengaja bertemu tersangka, Kosnadi (35) di warung.

Warung tempat pertemuan korban dan tersangka itu tepat berada di depan rumah tersangka. Momen pertemuan itu dimanfaatkan korban untuk menagih sisa utang Rp 500 ribu dari total Rp 3 juta yang belum dibayar tersangka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Korban itu secara tidak sengaja bertemu dengan tersangka di sebuah warung yang kebetulan posisinya ada di depan rumah tersangka. Kemudian, karena kesempatan bertemu ini, korban menagih sisa utang kepada tersangka yang tersisa Rp500 ribu," kata Zainullah, Minggu (16/8/2026).

Saat itu, tersangka Riyadi mengaku belum bisa melunasi utang karena tidak memiliki uang. Namun, korban Supandang tetap bersikeras meminta agar utang tersebut dibayar saat itu juga. Perdebatan pun tak terhindarkan. Adu mulut yang terjadi di antara keduanya kemudian memicu emosi korban.

ADVERTISEMENT

"Tersangka sempat menjelaskan bahwa dirinya masih belum bisa membayar utang karena tidak punya uang. Karena korban bersikeras menagih dan minta harus dibayar saat itu, sehingga terjadilah adu mulut di antara keduanya," ujarnya.

Zainullah melanjutkan, korban yang kesal karena gagal menagih utang kemudian menantang pelaku untuk melakukan carok. Setelah menyampaikan tantangan itu Supandang pulang untuk mengambil senjata tajam.

"Korban ini karena tidak berhasil menagih utang kepada tersangka, akhirnya dia menantang carok. Jadi, unsur yang pertama memicu persoalan ini juga termasuk adanya tantangan carok dari korban," katanya.

Korban kemudian pulang ke rumah untuk mengambil celurit. Namun, pelaku menganggap ucapan tersebut hanya sebatas candaan.

"Korban ini menantang carok, pulang ambil celurit. Nah, omongan korban ini oleh tersangka dikira hanya bercanda," ucapnya.

Setelah itu, pelaku kembali melanjutkan aktivitasnya. Saat itu, ia berencana mencari rumput untuk pakan ternaknya menggunakan arit. Namun, korban benar-benar kembali ke lokasi dengan membawa senjata tajam.

"Ternyata korban yang pulang menantang carok benar-benar mengambil celurit dari rumahnya dan kembali ke warung tersebut. Korban memarkir sepeda motornya, kemudian menghampiri tersangka dan terjadilah peristiwa itu," jelas Zainullah.

Polisi membantah kabar yang menyebut korban dikeroyok beberapa orang. Menurut Zainullah, penyidik masih mendalami keterangan yang berkembang di lapangan karena terdapat sejumlah versi terkait peristiwa itu. Salah satunya yang menyebut keterlibatan orang tua Kosnadi, yakni Riyadi (60).

"Sampai saat ini, berdasarkan hasil pemeriksaan kami, memang ada beberapa versi. Namun, untuk memproses hukum, tentu perlu pembuktian," katanya.

Hingga kini, polisi juga belum dapat meminta keterangan dari korban karena kondisinya masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

"Korban sampai saat ini masih belum bisa kami lakukan pemeriksaan mengingat kondisinya masih di rumah sakit. Bahkan sekarang dirujuk ke rumah sakit di Jember," ujarnya.

Dalam kasus ini, polisi telah mengamankan pelaku beserta sejumlah barang bukti, termasuk arit yang digunakan saat kejadian.

"Termasuk barang bukti pakaiannya, kemudian arit yang awalnya mau dipakai untuk mencari rumput, ternyata digunakan untuk membacok korban, itu kami jadikan barang bukti," kata Zainullah.

Sementara itu, celurit yang diduga dibawa korban hingga kini masih belum ditemukan. Polisi memastikan kasus tersebut masih terus didalami dengan memeriksa sejumlah saksi dan menunggu hasil visum serta keterangan dari korban.

"Yang jelas, kami tetap berupaya secepat mungkin. Kami juga terus berkomunikasi dengan pihak rumah sakit. Di samping itu, kami tetap mendalami kasus ini dan mengumpulkan saksi-saksi yang mengetahui langsung kejadian tersebut," pungkasnya.



(dpe/abq)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads