Bukan Rp 1 M, Segini Uang yang Dicuri Maling dari Brankas UAC Mojokerto

Bukan Rp 1 M, Segini Uang yang Dicuri Maling dari Brankas UAC Mojokerto

Enggran Eko Budianto - detikJatim
Rabu, 12 Agu 2026 18:45 WIB
Konferensi pers kawanan pembobol brankas Universitas KH Abdul Chalim (UAC), Mojokerto
Konferensi pers kawanan pembobol brankas Universitas KH Abdul Chalim (UAC), Mojokerto. (Foto: Enggran Eko Budianto/detikJatim)
Mojokerto -

Uang yang digasak kawanan maling dari brankas Universitas KH Abdul Chalim (UAC), Mojokerto ternyata tidak sampai Rp 1 miliar. Para pelaku menjarah Rp 870 juta dari kampus milik KH Asep Saifudin Chalim tersebut.

"Pengakuan tersangka terkait uang yang mereka curi dari brankas itu sekitar Rp 870 juta," kata Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Aldhino Prima Wirdhan saat jumpa pers, Rabu (12/8/2026).

Aldhino menjelaskan, uang yang dicuri komplotan ini merupakan SPP mahasiswa, beasiswa para mahasiswa, serta dana operasional UAC. Menurutnya, Rp 870 juta yang digasak para pelaku hampir habis. Karena hanya tersisa Rp 5 juta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami masih melakukan pendalaman terkait barang-barang apa yang sudah dibeli dan juga ada beberapa yang sudah ditransfer ke orang lain. Maka dari itu, ini kuncinya kita masih mengejar dua pelaku yang masih buron," jelasnya.

Pelaku bobol brankas UAC berjumlah 5 orang. Yaitu Muis Afandi Tuarita (43), warga Jalan Cengkeh 10, Kelurahan Namaelo, Masohi, Maluku Tengah, Maluku dan Hendra (33), asal Dusun Karanglayung, Kelurahan Bojongmengger, Cijeungjing, Ciamis, Jabar.

ADVERTISEMENT

Sumarno (50), warga Dusun Sidomulyo, Desa Glagahwangi, Polanjarjo, Klaten, Jateng. Kemudian MU (33), warga Desa Tulehu, Salahutu, Maluku Tengah, Maluku dan SU (44), warga Kupang, NTT.

Sumarno lebih dulu ditangkap Unit Resmob Satreskrim Polres Mojokerto yang dipimpin Iptu Sukron Makmun di kantin Universitas Muhamadiyah, Klaten, Jateng pada Jumat (31/7) sekitar pukul 14.00 WIB.

Selanjutnya, Muis dan Hendra ditangkap tim gabungan Unit Resmob Satreskrim Polres Mojokerto dan Tim Resmob Jatanras Polda Riau di Bandara Sultan Syarif Kasim, Kota Pekanbaru, Riau pada Selasa (4/8) sekitar pukul 22.30 WIB. Sedangkan MU dan SU buron.

Kelima pelaku, lanjut Aldhino, merupakan residivis. Sebelumnya, mereka membobol brankas sebuah perusahaan di Tuban pada Juli 2026. Namun, saat itu mereka hanya mendapatkan uang Rp 15 juta.

"Jadi, perlu saya tegaskan bahwa ini merupakan sindikat profesional. Mereka ini, 5 orang ini sudah bekerja tidak hanya di Mojokerto, tapi ada beberapa TKP lain yang belum ada hasil, tapi sudah dikerjakan. Kami koordinasi dengan kepolisian yang pernah ada kejadian ini, mungkin nanti kami akan sandingkan dengan berkas-berkasnya," tandasnya.

Sebelumnya, komplotan maling membobol brankas Universitas KH Abdul Chalim di Jalan Tirtowening 17, Dusun Bendorejo, Desa Bendunganjati, Pacet, Mojokerto pada Kamis (23/7) sekitar pukul 03.00 WIB. Brankas berisi uang Rp 870 juta itu berada di ruangan Biro Administrasi Umum dan Keuangan.



(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads