2 Aksi Begal Terjadi di Probolinggo dalam Sehari

2 Aksi Begal Terjadi di Probolinggo dalam Sehari

M Rofiq - detikJatim
Sabtu, 08 Agu 2026 08:45 WIB
Lokasi begal di Jalan Desa Pikatan, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo
Lokasi begal di Jalan Desa Pikatan, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo. (Foto: M Rofiq/detikJatim)
Probolinggo -

Dua aksi begal terjadi di wilayah Probolinggo dalam waktu hampir bersamaan pada Jumat (7/8/2026). Seorang perempuan di Kabupaten Probolinggo dan seorang pengendara di Kota Probolinggo menjadi korban perampasan sepeda motor di lokasi berbeda.

Aksi pertama terjadi sekitar pukul 05.00 WIB di Jalan Desa Pikatan, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo. Korbannya adalah Hidayati (35), warga Desa Klenang Lor, Kecamatan Banyuanyar, yang hendak berangkat bekerja ke sebuah pabrik rokok di Paiton.

Saat ditemui di Polsek Gending, Hidayati mengaku telah merasa dibuntuti sejak melintas di kawasan Klenang Tengah. Tak lama kemudian, para pelaku memepet sepeda motornya dan menyerang menggunakan celurit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada orang kayak ngikutin saya terus. Pas lewat sini langsung mepet saya. Ada dua orang mukul-mukul kepala saya pakai celurit," ujar Hidayati, Sabtu (8/8/2026).

Menurutnya, para pelaku menggunakan dua sepeda motor. Salah satunya Honda Vario yang berboncengan, sementara satu pelaku lainnya mengendarai motor sendiri.

ADVERTISEMENT

Korban mengatakan, pelaku langsung mengancamnya menggunakan celurit sambil berbicara menggunakan bahasa Madura. Meski dipukul menggunakan senjata tajam tersebut, Hidayati tidak mengalami luka karena terlindungi helm yang dipakainya.

"Saya tidak luka, cuma helm saya rusak. Saya langsung jatuh. Pelaku sempat membawa motor saya, lalu balik lagi mengambil tas saya. Karena talinya sulit dilepas, dipotong pakai celurit," katanya.

Di dalam tas tersebut terdapat uang tunai sekitar Rp 500 ribu, telepon genggam, STNK, dan KTP. Sementara sepeda motor Honda BeAt Street miliknya dibawa kabur pelaku.

Korban mengungkapkan motor tersebut masih sangat baru. Bahkan, kendaraan itu belum memiliki pelat nomor polisi, STNK masih dalam proses penerbitan, dan pajak kendaraan juga belum terbit karena baru sekali membayar angsuran di perusahaan leasing.

Hidayati mengaku wajah pelaku sempat terlihat karena tidak memakai masker, meski menggunakan helm. Namun karena situasi berlangsung cepat, ia kini sudah tidak mengingat jelas wajah para pelaku.

"Harapan saya semoga pelakunya bisa cepat ditangkap. Motor saya masih baru, baru sekali mengangsur di leasing," ungkapnya.

Sementara itu, Samsuri (60), warga yang berada di sekitar lokasi kejadian, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan korban merupakan seorang perempuan yang hendak berangkat bekerja di pabrik rokok.

"Motornya Honda Beat Street masih baru, katanya masih kredit dan baru bayar satu kali angsuran," ujar Samsuri.

Ia menilai aksi begal di wilayah tersebut sudah sangat meresahkan masyarakat. Bahkan menurutnya, lokasi di Jalan Desa Pikatan sudah dua kali menjadi tempat kejadian perkara.

"Sebelumnya korbannya seorang guru. Sekarang terjadi lagi. Masyarakat jadi takut keluar rumah pada malam hingga dini hari karena rawan begal," katanya.

Samsuri berharap aparat kepolisian dari Polres Probolinggo dapat segera menangkap para pelaku dan meningkatkan patroli di titik-titik yang dianggap rawan.

"Kalau bisa polisi lebih sering patroli dan melintas di lokasi-lokasi rawan begal agar warga tidak terus dihantui rasa takut dan trauma," ujarnya.

Pada hari yang sama, Jumat (7/8/2026), juga terjadi aksi begal lainnya di wilayah Kota Probolinggo. Seorang pengendara yang hendak menuju Surabaya dilaporkan menjadi korban perampasan sepeda motor di Jalan Ir. Sutami, Kelurahan Pakistaji, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo. Lokasi tersebut masuk wilayah hukum Polres Probolinggo Kota.

Dua kejadian begal yang terjadi dalam waktu hampir bersamaan ini menambah kekhawatiran masyarakat terhadap maraknya aksi kejahatan jalanan di wilayah Probolinggo.

Polisi diharapkan segera mengungkap kedua kasus tersebut dan meningkatkan pengamanan di jalur-jalur yang rawan tindak kriminal.



(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads