Bima Bos Mi Madiun Terseret Sindikat Buzzer Sering Gonta-ganti Mobil

Bima Bos Mi Madiun Terseret Sindikat Buzzer Sering Gonta-ganti Mobil

Sugeng Harianto - detikJatim
Rabu, 05 Agu 2026 11:00 WIB
Lokasi gudang pembuatan mi milik Bima yang ditangkap kasus buzzer
Lokasi gudang pembuatan mi milik Bima yang ditangkap kasus buzzer/Foto: Sugeng Hariono/detikJatim
Madiun -

Nama Bima Candra Karisma menjadi perbincangan setelah ditangkap Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya dalam kasus dugaan sindikat buzzer penyebar konten hoaks di media sosial. Pria kelahiran 1998 itu diketahui merupakan warga Desa Warurejo, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun.

Bima yang merupakan kelahiran Desa Bancong, Kecamatan Wonoasri, selama ini dikenal sebagai pengusaha kuliner mi level dengan sejumlah cabang usaha. Di lingkungan tempat tinggalnya, ia disebut memiliki aktivitas bisnis yang berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir.

Ketua RT 17 Desa Warurejo, Sunarto (57) mengatakan, Bima selama ini dikenal sebagai pemilik usaha mi level yang cukup sukses.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Setahu saya Mas Bima itu usaha mie level di Dumpil arah Gerbang Tol Madiun itu. Sepertinya sukses buka cabang di beberapa kota," ujar Ketua RT 17, Desa Warurejo Kecamatan Balerejo, Sunarto (57) kepada detikJatim, Rabu (5/8/2026).

ADVERTISEMENT

Menurut Sunarto, usaha kuliner yang dijalankan Bima berkembang dalam waktu relatif singkat. Warga sekitar juga menilai kondisi ekonominya mengalami peningkatan cukup signifikan hingga sering bergonta-ganti mobil.

"Mungkin sekitar dua tahun berjalan usaha minya. Tapi ekonomi sepertinya sangat meningkat punya banyak mobil yang gonta-ganti," jelas Sunarto.

Sunarto mengaku tidak mengetahui secara pasti aktivitas lain yang dijalankan Bima di luar bisnis kuliner yang selama ini dikenal masyarakat.

"Kalau mobil sering gonta-ganti apa juga merangkap jual beli mobil saya ndak tahu kata warga gitu (makelar mobil)," imbuhnya.

Ia menambahkan, Bima termasuk sosok yang jarang berinteraksi dengan warga sekitar karena kesibukannya mengurus usaha. Karena itu, kabar penangkapannya membuat banyak warga terkejut.

"Jarang berinteraksi dengan masyarakat saat penangkapan juga kaget warga, kalau ada acara arisan keluarga banyak kumpul di rumah saya," tandas Sunarto.

Hal senada disampaikan seorang tetangga Bima berinisial M. Ia mengaku tidak menyangka warga di desanya terseret dalam kasus yang menjadi perhatian publik.

"Kaget shock dong tidak mengira ternyata warga di desa saya jadi perbincangan kasus yang ramai (buzzer)," ucap M.

Sebelumnya, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya membongkar sindikat buzzer pembuat dan penyebar konten berita bohong di media sosial. Dalam pengungkapan tersebut, polisi menangkap delapan tersangka yang diduga telah beroperasi sejak 2024 dan meraup keuntungan sekitar Rp 220 juta dari aktivitas penyebaran konten hoaks tersebut.



(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads