Warga Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, dibuat terkejut setelah salah seorang tetangganya diduga terlibat dalam sindikat buzzer penyebar konten hoaks yang dibongkar Polda Metro Jaya. Sosok tersebut adalah Bima Candra Karisma, yang selama ini dikenal sebagai pengusaha kuliner mie dengan sejumlah cabang usaha.
Di mata warga sekitar, Bima dikenal sebagai "CEO" karena usahanya berkembang pesat dan tengah membangun gudang produksi baru. Namun, namanya kini menjadi perhatian setelah diduga menjadi satu dari delapan tersangka dalam kasus penyebaran berita bohong melalui media sosial yang diungkap Polda Metro Jaya.
Setelah kabar penangkapan itu mencuat, warga mengaku tak menyangka Bima terseret kasus tersebut. Salah seorang ibu rumah tangga berinisial M mengatakan, Bima dikenal memiliki usaha kuliner mie yang mulai dirintis sekitar dua tahun lalu di kawasan simpang empat Dumpil menuju Gerbang Tol Madiun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setahu saya buka kuliner mie level di Dumpil dekat exit Tol Madiun," ujar M kepada detikJatim di warungnya, Rabu (30/7/2026).
Menurut M, selama ini Bima juga jarang berinteraksi dengan warga sekitar karena kesibukannya mengelola usaha. Karena itu, kabar penangkapannya membuat warga terkejut.
"Kaget shock dong tidak mengira ternyata warga di desa saya jadi perbincangan kasus yang ramai (buzzer)," ucap M.
Warga setempat, lanjut M, mengenal Bima sebagai sosok pengusaha sukses. Julukan CEO melekat karena usahanya terus berkembang hingga membuka sejumlah cabang dan membangun gudang produksi baru.
"Jadi CEO terkenalnya karena bari (sudah) bangun gudang baru dekat rumah dari hasil beli tanahnya. Dulu beliau tanah lelang bank," jelas M.
Keterangan senada disampaikan Ketua RT 17, Sunarto (57). Ia membenarkan bahwa julukan CEO muncul dari masyarakat, bukan dari dirinya. Menurutnya, Bima juga dikenal memiliki sejumlah kendaraan.
"Masyarakat yang nyebut begitu (CEO) bukan saya loh. Kalau mobil katanya juga jual beli kendaraan. Kalau dulu saat awal nikah punya satu mobil Wuling itu loh," jelas Sunarto.
Sunarto juga menceritakan suasana saat tim dari Polda Metro Jaya datang menjemput Bima. Saat itu, ia tengah menghadiri arisan keluarga ketika didatangi petugas berpakaian preman.
"Saat arisan keluarga saya di datangi anggota berpakaian preman. Sebelumnya sekitar lima mobil mondar-mandir sekitar lokasi gudang mie yang baru dibangun," kata Sunarto.
Meski menyaksikan proses penjemputan tersebut, Sunarto mengaku tidak mengetahui secara rinci perkara yang menjerat Bima. Petugas hanya menyampaikan bahwa penangkapan berkaitan dengan dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).
"Detailnya tidak tahu yang jelas hanya bilang katanya kasus pelanggaran UU ITE gitu saja disampaikan," tandas Sunarto.
Pantauan detikJatim, gudang produksi baru milik Bima berada di dekat rumah mertuanya di Kecamatan Balerejo. Bangunan berpagar tembok hitam itu tampak mencolok dibanding rumah-rumah di sekitarnya dan berjarak sekitar lima kilometer dari gerai kuliner mie miliknya di kawasan simpang empat Dumpil menuju Gerbang Tol Madiun.
Sebelumnya, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya membongkar sindikat buzzer pembuat dan penyebar konten berita bohong di media sosial. Polisi menangkap delapan tersangka yang diduga telah beroperasi sejak 2024 dan meraup keuntungan sekitar Rp220 juta dari aktivitas tersebut.
