Viral Teror Maling Kentang di Kebun Warga Sumberbrantas Kota Batu

Viral Teror Maling Kentang di Kebun Warga Sumberbrantas Kota Batu

M Bagus Ibrahim - detikJatim
Rabu, 05 Agu 2026 11:45 WIB
Penampakan lahan petani kentang Sumberbrantas Kota Batu usai diacak-acak maling
Penampakan lahan petani kentang Sumberbrantas Kota Batu usai diacak-acak maling (Foto: Dok. Istimewa)
Kota Batu -

Kasus pencurian hasil pertanian di Kota Batu viral di media sosial. Tanaman kentang yang belum waktunya panen milik warga di Dusun Jurang Kuali, Desa Sumberbrantas, disikat orang tidak dikenal.

Dalam video yang beredar di media sosial menunjukkan seorang warga menunjukkan kondisi lahan pertaniannya dalam kondisi acak-acakan. Sebagian besar tanaman kentang turut raib.

Pada narasi video itu dijelaskan bahwa dugaan pencurian kentang tersebut berada di wilayah Brakseng. Disampaikan juga bahwa aksi pencurian itu telah terjadi hampir dua minggu terakhir dan sangat meresahkan para petani.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menanggapi kasus tersebut, Kapolsek Bumiaji AKP Anton Hendry Subagijo membenarkan terkait informasi dugaan pencurian tersebut. Pihak polsek juga telah mendapat laporan dari perangkat desa.

"Kemarin Kepala Dusun sudah ke kantor (Polsek Bumiaji) menyampaikan terkait itu (ada temuan kasus pencurian kentang)," ungkap Anton saat dihubungi detikJatim pada Rabu (5/8/2026).

ADVERTISEMENT

Ditanya soal narasi di media sosial bahwa aksi pencurian kentang ini telah berlangsung berulang kali dalam dua pekan terakhir, Anton menyebut pihaknya masih mendalami laporan yang telah diterima.

"Kalau berulang kalinya saya kurang tahu persis ya, kemarin baru satu yang dilaporkan. Kalau perkara lain saya kurang tahu," jelasnya.

Akibat kejadian ini, korban ditaksir merugi hingga jutaan rupiah. Namun, pihak kepolisian belum bisa memastikan nominal pasti kerugian lantaran kentang yang diambil pencuri masih berusia muda dan belum memasuki masa panen.

"Ada yang mengatakan kerugian sampai Rp 3 juta. Tapi kita belum tahu pastinya, karena ukurannya beranekaragam dan masih muda-muda. Belum waktunya panen tapi sudah dibedol," tambah Anton.

Guna mencegah kejadian serupa terulang kembali, Polsek Bumiaji mengimbau masyarakat dan perangkat desa untuk memperketat sistem keamanan lingkungan, khususnya di area perkebunan warga.

"Kami berkoordinasi dengan lingkungan untuk upaya pencegahan. Melalui Kepala Dusun, saya minta siskamling atau patroli di wilayah perkebunan bisa diatur jadwal waktunya agar tidak terjadi kejadian serupa," tandasnya.



(hil/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads